‎Haji 2026: Menhaj Irfan pastikan fasilitas aman dan ramah jemaah

‎Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memastikan layanan haji 2026 makin nyaman, dengan fokus pada jemaah lansia, perempuan, dan disabilitas

Update: 2026-04-15 01:13 GMT

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, memaparkan kesiapan fasilitas hingga dinamika pembiayaan dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Selasa (14/4/2026). Foto : Humas Kementerian Haji dan Umrah

Indomie

‎Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus mengebut persiapan ibadah haji 1447 H/2026 M demi mewujudkan visi Tri Sukses Haji, khususnya dalam memberikan pelayanan yang ramah lansia, perempuan, dan disabilitas. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, memaparkan kesiapan fasilitas hingga dinamika pembiayaan dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Selasa (14/4/2026).


‎​Peningkatan kenyamanan jemaah di Tanah Suci menjadi prioritas utama agar jemaah dapat beribadah dengan gembira dan khusyuk. "Kami telah berkoordinasi dengan pengelola hotel agar seluruh catatan dari anggota Dewan yang terhormat dapat ditindaklanjuti, khususnya terkait perbaikan fasilitas seperti karpet, gorden, serta tempat wudhu dan sanitasi agar lebih aman dan nyaman bagi jemaah," ujar Menhaj Irfan.


‎​Menhaj memastikan layanan logistik dan konsumsi di Makkah berjalan tanpa hambatan guna menunjang kesehatan jemaah. Menteri Irfan menyebutkan, kuota 3.500 porsi dari satu penyedia yang mundur telah langsung didistribusikan secara sigap kepada penyedia lain yang mumpuni.


‎​Terkait usulan penyesuaian biaya penerbangan menjadi Rp8,46 triliun akibat fluktuasi avtur, Menhaj mengedukasi masyarakat bahwa komponen biaya tiket jemaah ini diatur transparan melalui skema BPIH sesuai UU No. 14 Tahun 2025. "Kami berharap pada kesempatan rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI ini, dapat disetujui dan diputuskan mengenai besaran dan sumber pembiayaan untuk memenuhi penyesuaian biaya penerbangan tersebut," kata Menhaj.


‎​Sebagai bentuk tata kelola yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab, Kemenhaj menggandeng Kejaksaan Agung RI. Menhaj menegaskan langkah pendampingan hukum ini diambil guna memastikan seluruh aspek legalitas dari usulan kenaikan biaya maskapai terpenuhi secara sah.


‎​Sebagai bentuk pelayanan prima, kelancaran logistik dibuktikan dengan capaian distribusi koper oleh Saudi Airlines yang mencapai 74,1% dan Garuda Indonesia 50,8%. Menhaj menutup laporannya dengan memastikan seluruh koper akan rampung terdistribusi pada 17 April 2026, yang disusul dengan keberangkatan petugas secara bertahap untuk menyambut jemaah di Tanah Suci.


Bhery Hamzah

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News