Kemenhaj gandeng Bulog dan Kementan guna mendorong beras lokal untuk konsumsi Haji 2026
Kementerian Haji dan Umrah RI mulai mengintegrasikan beras petani nasional untuk kebutuhan konsumsi jemaah haji 1447 H/2026 M.
MCH 2026
Kementerian Haji dan Umrah RI mulai mengambil langkah konkret memperkuat ekosistem ekonomi haji melalui pemanfaatan beras produksi dalam negeri untuk kebutuhan jemaah. Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Jaenal Effendi menegaskan, kemandirian pangan menjadi bagian penting dari transformasi penyelenggaraan haji nasional.
Jaenal Effendi menyampaikan, selama ini konsumsi beras jemaah haji masih bergantung pada pasokan negara lain. Menurutnya, Indonesia sudah saatnya beralih menggunakan produk petani sendiri melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga.
“Pemenuhan konsumsi jemaah haji tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta para pemangku kepentingan lainnya, agar kebijakan yang disusun selaras dan rantai pasok pangan haji dapat diperkuat,” ujar Jaenal Effendi di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Berdasarkan proyeksi Direktorat Jenderal PE2HU, kebutuhan beras untuk jemaah dan petugas haji pada musim haji 1447 H/2026 M mencapai ribuan ton. Jaenal menjelaskan, kebutuhan tersebut dihitung dari asumsi konsumsi harian jemaah selama masa operasional haji.
“Pemenuhan konsumsi jemaah haji tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta para pemangku kepentingan lainnya, agar kebijakan yang disusun selaras dan rantai pasok pangan haji dapat diperkuat,” ujar Jaenal Effendi.
Dalam rapat koordinasi bersama Perum Bulog dan Kementerian Pertanian, Kemenhaj menyepakati komitmen pemanfaatan beras nasional untuk konsumsi jemaah. Jaenal menyebut Bulog akan berperan dalam penghitungan kebutuhan serta penyediaan beras sesuai standar kualitas yang ditetapkan.
“Pemenuhan konsumsi jemaah haji tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta para pemangku kepentingan lainnya, agar kebijakan yang disusun selaras dan rantai pasok pangan haji dapat diperkuat,” ujar Jaenal Effendi.
Selain aspek pasokan, rapat juga membahas tantangan daya saing harga beras Indonesia di pasar Arab Saudi. Jaenal mengakui, harga beras premium dari sejumlah negara pesaing masih lebih rendah, sehingga diperlukan dukungan kebijakan untuk memperkuat posisi produk nasional.
“Pemenuhan konsumsi jemaah haji tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta para pemangku kepentingan lainnya, agar kebijakan yang disusun selaras dan rantai pasok pangan haji dapat diperkuat,” ujar Jaenal Effendi.
Menurut Jaenal, kondisi swasembada beras nasional saat ini menjadi momentum penting untuk mendorong penggunaan beras lokal bagi jemaah haji. Ia optimistis, dengan penguatan ekosistem ekonomi haji, produk pertanian dalam negeri dapat memiliki daya saing yang lebih kuat.
“Pemenuhan konsumsi jemaah haji tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta para pemangku kepentingan lainnya, agar kebijakan yang disusun selaras dan rantai pasok pangan haji dapat diperkuat,” ujar Jaenal Effendi.
Sementara itu, Direktur Fasilitasi Kemitraan PE2HU Tri Hidayatno menilai langkah ini sebagai upaya membangun warisan kebijakan jangka panjang bagi ekonomi haji nasional. Ia menekankan pentingnya agar manfaat ekonomi haji dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha dalam negeri.
“Melalui sinergi ini, kami menjembatani agar perputaran ekonomi haji yang nilainya sangat besar dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha dan produsen di tanah air,” jelasnya.
Dengan perencanaan yang disiapkan sejak awal, Kemenhaj berharap jemaah haji Indonesia pada musim haji mendatang dapat menikmati konsumsi dari beras produksi petani nasional, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi Indonesia.
“Melalui sinergi ini, kami menjembatani agar perputaran ekonomi haji yang nilainya sangat besar dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha dan produsen di tanah air,” jelas Tri Hidayatno.
Bherry Hamzah/MCH 2026


