Greenland tegas tolak wacana jadi bagian AS

Update: 2026-01-11 07:30 GMT

Greenland, sebuah wilayah di Denmark yang memiliki otonomi tingkat tinggi. (ANTARA/Anadolu/py)

Elshinta Peduli

Para pemimpin lima partai politik Greenland menyatakan mereka tidak ingin menjadi warga Amerika Serikat meski Presiden AS Donald Trump berencana mengambil alih wilayah semi-otonom Denmark itu.

"Kami tidak ingin menjadi orang Amerika, kami tidak ingin menjadi orang Denmark, kami ingin menjadi orang Greenland," kata mereka dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Jumat (9/1).

Para pemimpin itu juga menegaskan agar sikap AS yang "meremehkan" Greenland dihentikan.

"Masa depan Greenland harus ditentukan oleh rakyat Greenland," kata mereka.

Pernyataan itu juga menyoroti bahwa wilayah kepulauan itu telah meningkatkan partisipasi mereka di kancah internasional dalam beberapa tahun terakhir.

Dialog tentang rencana Trump tersebut, kata mereka, harus didasarkan pada diplomasi dan prinsip-prinsip internasional.

Mereka mengumumkan bahwa sidang Inatsisartut (parlemen) akan dimajukan untuk memastikan "terjadinya debat politik yang adil dan komprehensif serta terjaminnya hak-hak rakyat" Greenland.

Pernyataan itu muncul Trump berulang kali menyatakan minatnya untuk mengambil alih Greenland, wilayah semi-otonom di bawah Kerajaan Denmark.

"Kita akan melakukan sesuatu terhadap Greenland, suka atau tidak suka, karena jika kita tidak melakukannya, Rusia atau China akan mengambil alih Greenland, dan kita tidak ingin bertetangga dengan Rusia atau China," kata Trump di Gedung Putih pada Jumat.

Ia juga tidak mengesampingkan kemungkinan mengambil alih Greenland dengan cara militer.

"Saya ingin membuat kesepakatan dengan cara mudah, tetapi jika kita tidak melakukannya dengan cara mudah, kita akan melakukannya dengan cara sulit," katanya.

Pernyataan Trump itu menuai kecaman luas, terutama dari negara-negara Eropa, yang memperingatkan bahwa langkah semacam itu bisa membubarkan NATO.

Sumber: Anadolu

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News