Jepang nyatakan kesiapan dukung solusi dua negara Palestina–Israel
Arsip - Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi. (ANTARA/Anadolu/py)
Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menyatakan niatnya untuk "memainkan peran proaktif" di Timur Tengah menjelang kunjungan ke kawasan itu, termasuk ke Tepi Barat yang diduduki Israel.
Motegi dijadwalkan mengunjungi Israel, Palestina, Qatar, Filipina, dan India dalam perjalanan selama sembilan hari, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Jepang.
"Saya berencana mengunjungi kawasan-kawasan ini di saat tatanan internasional terguncang hebat, untuk menegakkan dan memperkuat tatanan internasional yang bebas, terbuka, dan berbasis aturan," kata Motegi dalam jumpa pers di Tokyo, Jumat (9/1).
Ia menambahkan kerja sama dengan negara-negara yang sepemikiran dan penguatan hubungan dengan negara-negara berkembang (Global South) kini menjadi semakin penting.
Motegi menilai kawasan Timur Tengah "sangat krusial bagi stabilitas komunitas internasional."
Di Israel, Motegi dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar serta mengunjungi Pusat Koordinasi Sipil-Militer yang dipimpin Amerika Serikat.
Motegi dan Sa’ar akan membahas situasi Timur Tengah dan upaya internasional untuk rekonstruksi Gaza, menurut pernyataan itu.
Di Tepi Barat, Motegi akan bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Mohammad Mustafa untuk membahas "perwujudan" solusi dua negara.
Bulan lalu, Jepang mengecam Israel atas pembangunan permukiman baru di Tepi Barat dan menegaskan bahwa aktivitas tersebut "melanggar hukum internasional dan merusak" terwujudnya solusi dua negara.
Jepang juga menjatuhkan sanksi terhadap empat pemukim yang terlibat dalam aksi kekerasan.
"Untuk memperbaiki situasi di Palestina dan Israel, harus ada pelaksanaan yang konsisten dari rencana komprehensif, dan Jepang berniat memainkan peran proaktif untuk meredakan ketegangan dan membangun perdamaian di kawasan ini," kata Motegi.
"Untuk menghilangkan ketidakpercayaan timbal balik yang telah berlangsung lama, baik Israel maupun Palestina harus mengambil langkah konkret yang berorientasi ke depan. Itu penting," katanya.
Motegi mengatakan tujuan utama kunjungannya adalah menyampaikan pandangan Jepang kepada Israel dan Palestina mengenai "langkah-langkah konkret serta menjelaskan posisi" Jepang.
Di Qatar, Motegi akan diterima Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani, yang juga menjabat menteri luar negeri, untuk menggelar dialog strategis guna memperkuat hubungan bilateral.
Setelah itu, Motegi akan melakukan kunjungan kenegaraan ke India dan Filipina.
Sumber: Anadolu


