Aktivitas deformasi kerak bumi jadi pemicu gempa di Jailolo
BMKG meliris lokasi gempa yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara. ANTARA/HO-BMKG
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyatakan gempa bumi yang mengguncang wilayah barat laut Jailolo disebabkan oleh aktivitas deformasi pada kerak bumi.
Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas deformasi kerak bumi.
Ia menambahkan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan mendatar atau strike slip.
Guncangan gempa dirasakan di wilayah Ternate dengan intensitas II–III MMI, yang berarti getaran cukup terasa di dalam rumah, mirip dengan sensasi saat kendaraan berat melintas.
Berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan BMKG, gempa bumi tersebut tidak memiliki potensi menimbulkan tsunami.
Hingga pukul 12.10 WIB, pemantauan BMKG juga belum mencatat adanya gempa susulan atau aftershock setelah kejadian tersebut.
Rahmat Triyono mengimbau masyarakat agar hanya mengandalkan informasi resmi dari BMKG yang disampaikan melalui saluran komunikasi resmi yang telah terverifikasi.
Sebelumnya, gempa tektonik mengguncang wilayah pantai barat laut Jailolo pada Jumat pukul 11.45.21 WIB. Hasil analisis terbaru BMKG mencatat gempa tersebut memiliki magnitudo 5,1.
Episenter gempa berada pada koordinat 1,29 derajat Lintang Utara dan 126,45 derajat Bujur Timur, tepatnya di laut sekitar 115 kilometer barat laut Jailolo dengan kedalaman 26 kilometer.