Sumbar terus maksimalkan pencarian 85 korban banjir yang hilang

Update: 2025-11-29 11:50 GMT

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban jiwa di Kabupaten Agam, Jumat, (28/11/2025). ANTARA/Muhammad Zulfikar

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus berupaya memaksimalkan pencarian 85 korban banjir dan tanah longsor yang hingga kini belum ditemukan di sejumlah daerah.

"Hingga Sabtu pukul 12.00 WIB tercatat 88 orang meninggal dunia dan 85 orang masih dinyatakan hilang," kata Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi di Kota Padang, Sabtu.

Upaya pencarian tersebut melibatkan banyak pihak di antaranya Basarnas Padang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia, Polri, TNI, relawan serta masyarakat setempat. Upaya penyisiran dilakukan di sejumlah kabupaten dan kota menggunakan berbagai alat bantu seperti perahu karet dan lain sebagainya.

"Data ini bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan.," sebut dia.

Arry menjelaskan dari 16 kabupaten/kota terdampak terdapat 10 daerah yang melaporkan nihil korban jiwa maupun orang hilang. Sementara, enam daerah lainnya melaporkan adanya korban jiwa atau orang hilang dimana korban terbanyak tercatat di Kabupaten Agam.

Rinciannya, Kabupaten Agam 74 orang meninggal dan 78 masih hilang. Kota Padang Panjang tujuh korban jiwa, lima di Kota Padang, masing-masing satu korban meninggal dunia di Kabupaten Pasaman Barat dan Kota Solok.

Ia menambahkan perkembangan data korban, kerusakan rumah, fasilitas umum dan infrastruktur lainnya hingga kebutuhan penanganan darurat akan terus diperbarui secara berkala melalui Posko Terpadu Penanganan Bencana Provinsi Sumbar.

Dari catatan yang dihimpun BPBD, total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp9,5 miliar. Angka itu bisa saja bertambah mengingat masih banyak daerah yang belum bisa diakses imbas jalan putus dan tertimbun material longsor.

Tags:    

Similar News