Doa Nabi Musa: amalan mustajab di bulan Ramadan

Doa Nabi Musa AS “Rabbi Syrahli Shadri” adalah doa mustajab untuk kelapangan hati, kemudahan urusan, dan ketenangan lisan. Simak makna dan amalan Ramadan.

Update: 2026-01-29 16:00 GMT

Doa Nabi Musa: amalan mustajab di bulan Ramadan (Sumber:Istimewa)

Elshinta Peduli

Doa Nabi Musa AS menjadi salah satu doa yang paling sering diamalkan umat Muslim, terutama saat bulan suci Ramadan. Doa ini bukan hanya rangkaian kata indah, tetapi berisi permohonan yang sangat dalam seperti kelapangan hati, kemudahan urusan, serta kemampuan untuk menyampaikan kebaikan dengan jelas.

Doa Nabi Musa AS yang paling terkenal adalah:

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Latin: Rabbi syrah li shadri, wa yassir li amri, wahlul uqdatan min lisani, yafqahu qawli

Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” Doa ini dipanjatkan Nabi Musa ketika mendapat tugas besar berdakwah kepada Firaun.

Mengapa doa Nabi Musa AS disebut mustajab?

Doa ini disebut mustajab karena lahir dari kondisi genting dan penuh tekanan. Nabi Musa AS menghadapi tugas yang sangat berat: menyampaikan kebenaran kepada penguasa zalim. Namun beliau tidak meminta kekayaan atau kekuasaan, melainkan meminta kekuatan batin, ketenangan hati, dan kemudahan menyampaikan pesan.

Ini menjadi pelajaran besar bagi kita disaat hidup terasa berat, doa terbaik adalah memohon keteguhan iman dan kelapangan dada.

Makna kelapangan hati dalam Ramadan

Ramadan mengajarkan kita menahan emosi, menjaga lisan, serta memperbanyak sabar. Makna “lapangkanlah dadaku” sangat relevan, karena banyak orang diuji dengan stres, tuntutan kerja, konflik keluarga, atau rasa lelah saat puasa.

Dengan mengamalkan doa Nabi Musa AS, hati lebih siap menghadapi situasi sulit, tidak mudah meledak, dan lebih tenang menjalani ibadah. Bahkan, doa ini juga cocok diamalkan ketika kita merasa minder, takut gagal, atau tidak percaya diri menghadapi tantangan.

Elshinta Peduli

Doa Nabi Musa AS untuk kemudahan urusan

Bagian “mudahkanlah urusanku” sering menjadi favorit, karena hampir semua orang memiliki masalah yang ingin diselesaikan. Ada yang ingin dimudahkan rezekinya, dimudahkan kuliahnya, dimudahkan pekerjaannya, atau dimudahkan menyelesaikan tanggung jawab keluarga.

Ramadan adalah momen tepat untuk memohon kemudahan, karena pahala doa dan ibadah dilipatgandakan. Selain itu, doa ini juga mengingatkan bahwa kemudahan tidak selalu datang dalam bentuk instan, tetapi bisa berupa jalan keluar yang perlahan terbuka.

Pentingnya menjaga lisan saat Puasa

Dalam doa ini ada permintaan agar lidah dimudahkan. Ini mengingatkan kita bahwa lisan adalah ujian besar saat Ramadan. Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan diri dari ghibah, berkata kasar, menyakiti orang lain, atau menyebar kebencian.

Mengamalkan doa Nabi Musa AS membantu kita lebih berhati-hati dalam berbicara dan lebih bijak dalam menyampaikan pendapat. Jika kita terbiasa menjaga lisan selama Ramadan, kebiasaan baik ini bisa terbawa sampai setelah Idul Fitri.

Waktu terbaik mengamalkan doa Nabi Musa AS

Doa ini bisa dibaca kapan saja, tetapi akan lebih baik jika diamalkan pada waktu mustajab, seperti sebelum berbuka, setelah shalat fardhu, saat sahur, dan di sepertiga malam terakhir.

Bisa membacanya sebelum presentasi, sebelum ujian, sebelum wawancara kerja, atau saat merasa cemas dan takut. Agar lebih konsisten, jadikan doa ini sebagai rutinitas harian, misalnya setelah shalat Subuh dan setelah Tarawih.

Supaya ibadah Ramadan makin nyaman, jangan lupa siapkan kebutuhan sahur dan berbuka yang praktis. Kamu bisa stok kurma premium, madu, dan snack sehat dari aplikasi online agar waktu ibadah tidak terganggu karena sibuk belanja.

Doa Nabi Musa AS mengajarkan bahwa kekuatan sejati ada pada ketenangan hati dan pertolongan Allah. Ramadan adalah waktu terbaik untuk menghidupkan doa ini.

Bisa dimulai untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih lembut dan lebih dekat kepada Allah SWT. Semakin sering doa ini diamalkan, semakin besar harapan hati menjadi lapang, urusan dipermudah dan ibadah Ramadan terasa lebih bermakna.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News