Hukum pakai inhaler saat Ramadan: Apakah membatalkan Puasa?

Ketahui hukum pakai inhaler dan obat semprot hidung saat puasa Ramadan. Simak panduan medis, pandangan ulama, tips aman, dan dalil puasa tetap sah.

Update: 2026-02-10 12:20 GMT

Hukum pakai inhaler saat Puasa: Batalkan puasa tidak? (Sumber:Istimewa)

Elshinta Peduli

Bagi banyak orang yang menderita asma, alergi, atau masalah pernapasan kronis, pertanyaan seputar penggunaan inhaler saat puasa sering muncul apakah menggunakannya akan membatalkan puasa? Inhaler adalah alat medis yang memberikan obat langsung ke paru-paru, sehingga sering kali menjadi kebutuhan rutin bagi penderita penyakit pernapasan.

Dengan memahami hukum fiqih, panduan medis, dan pengalaman nyata, kamu tetap bisa menjaga kesehatan tanpa khawatir membatalkan puasa. Pastikan juga memiliki stok inhaler resmi agar kebutuhan medis tetap terpenuhi sepanjang Ramadan.

Apa Itu inhaler dan fungsinya

Inhaler merupakan alat medis yang berfungsi memberikan obat langsung ke saluran pernapasan. Ada beberapa jenis inhaler yang umum digunakan: bronkodilator untuk melebarkan saluran pernapasan, steroid inhaler untuk mengurangi peradangan, dan inhaler kombinasi untuk kasus asma berat.

Penggunaan inhaler biasanya dibutuhkan oleh penderita asma, alergi, atau penyakit paru kronis, sehingga keberadaannya sangat vital. Mengabaikan penggunaan inhaler dapat berisiko memperparah kondisi kesehatan, terutama saat berpuasa.

Pandangan Ulama tentang Puasa dan inhaler

Menurut sebagian ulama, penggunaan inhaler tidak membatalkan puasa, karena obat masuk ke paru-paru dan bukan melalui saluran pencernaan. Namun, beberapa mazhab menekankan kondisi khusus, seperti dosis, frekuensi, dan urgensi medis.

Selama inhaler digunakan untuk kebutuhan kesehatan yang mendesak, puasa tetap sah. Selalu konsultasi dengan dokter dan ustaz agar penggunaan inhaler sesuai aturan agama sekaligus aman secara medis.

Elshinta Peduli

Memasukkan obat ke hidung saat Puasa

Hukum fiqih menjelaskan bahwa memasukkan sesuatu ke hidung seperti inhaler, semprot hidung, atau obat tetes tidak membatalkan puasa, selama tujuannya untuk kesehatan dan tidak sampai ke perut. Contohnya:

Inhaler untuk asma, masuk ke paru-paru lewat hidung atau mulut, puasa tetap sah.

Obat semprot atau tetes hidung, masuk ke saluran pernapasan, tetap diperbolehkan.

Dalil Pendukung: QS. Al-Baqarah: 185 “Allah ingin kemudahan bagimu, dan tidak menginginkan kesukaran bagimu.”

Hadits: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya agama itu mudah, dan tidak ada yang menyulitkan kecuali diri sendiri.” (HR. Bukhari & Muslim)

Dampak menunda penggunaan Inhaler

Menunda inhaler saat puasa bisa menyebabkan sesak napas, batuk berkepanjangan, atau serangan asma berat. Hal ini tidak hanya mengganggu ibadah, tetapi juga membahayakan keselamatan.

Dokter menyarankan untuk menggunakan inhaler tepat waktu, karena paru-paru yang sehat akan membantu kamu tetap fokus saat menjalankan ibadah puasa. Bahkan ada pengalaman nyata dari pasien asma yang merasa lebih aman dan nyaman menjalankan puasa setelah rutin menggunakan inhaler sesuai resep.

Tips aman menggunakan Inhaler saat Berpuasa

Beberapa tips praktis agar tetap sehat dan puasa tetap sah:

  • Gunakan inhaler sesuai dosis dan petunjuk dokter
  • Pilih inhaler resmi & berkualitas secara maksimal
  • Simpan inhaler di tempat sejuk dan mudah dijangkau
  • Untuk anak-anak atau lansia, pastikan ada pendamping penggunaan inhaler

Tetap konsumsi nutrisi dan cairan cukup saat sahur dan berbuka untuk mendukung fungsi paru-paru. Persiapkan inhaler cadangan agar selalu siap saat dibutuhkan.

Inhaler dan Puasa

Secara umum, penggunaan inhaler atau obat semprot hidung tidak membatalkan puasa jika digunakan sesuai kebutuhan medis. Penderita penyakit pernapasan tetap bisa menjalankan ibadah dengan aman, asalkan inhaler tersedia dan digunakan bijak.

Menyiapkan obat dan alat medis resmi selama Ramadan adalah langkah penting agar kesehatan tetap terjaga. Dengan informasi yang tepat, puasa tetap sah, tubuh tetap sehat, dan ibadah bisa berjalan lancar tanpa resiko serangan asma.

Menjaga ibadah selama Ramadan menjadi istimewa jika mengetahui larangan yang dianjurkan dan juga hal-hal yang di perbolehkan, untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda di bulan suci Ramadan ini. 

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News