Kumpulan hadis pilihan tentang bulan suci Ramadan

Berikut kumpulan hadis pilihan tentang bulan suci Ramadan yang membahas keutamaan puasa, pintu surga Ar-Rayyan, hingga malam Lailatul Qadar untuk panduan ibadah

Update: 2026-02-10 12:30 GMT
Elshinta Peduli

Kehadiran bulan Ramadan selalu menjadi momen yang paling dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Sebagai bulan yang penuh keberkahan, Ramadan menjadi sarana peningkatan hubungan dengan Allah SWT dan penghapusan dosa. Untuk memahami esensi mendalam dari bulan ini, merujuk pada kumpulan hadis pilihan tentang bulan suci Ramadan adalah langkah terbaik bagi setiap mukmin. Hadis-hadis tersebut memberikan panduan mengenai keutamaan, hukum, serta pahala besar yang dijanjikan Allah Swt. bagi mereka yang menjalankan ibadah dengan penuh keimanan.

Keutamaan bulan Ramadan dalam hadis nabi

Bulan Ramadan memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Rasulullah saw. sering kali menyampaikan kabar gembira kepada para sahabat setiap kali bulan ini mendekat. Keistimewaan ini mencakup dibukanya pintu-pintu langit dan ditutupnya pintu neraka.

1. Dibukanya pintu surga

Salah satu hadis yang paling masyhur mengenai kemuliaan Ramadan diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Rasulullah saw. bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ، فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ

Artinya: Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu (HR Bukhari No 3277, Muslim No 1079).

Hadis ini menunjukkan bahwa pada bulan ini, Allah Swt. memberikan kemudahan bagi hamba-Nya untuk melakukan ketaatan dan meminimalisir hambatan dari godaan setan yang terkutuk.

Elshinta Peduli

2. Penggugur dosa

Ramadan juga menjadi momentum penggugur dosa bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh dalam beribadah. Hal ini ditegaskan dalam hadis berikut:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).

Kata "Imanan" (beriman) dan "Ihtisaban" (mengharap pahala) menjadi syarat utama agar amalan puasa kita diterima dan menjadi wasilah pembersihan diri dari noda maksiat.

Hadis tentang keistimewaan puasa

Ibadah puasa memiliki posisi khusus di sisi Allah Swt. Dibandingkan dengan ibadah lainnya, Allah menyebutkan bahwa puasa adalah "milik-Ku" dan Dialah yang akan membalasnya secara langsung.

1. Pintu khusus bagi orang yang berpuasa

Surga memiliki pintu-pintu tertentu, dan salah satunya dikhususkan bagi mereka yang rajin berpuasa. Pintu tersebut bernama Ar-Rayyan. Rasulullah saw. bersabda:

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut “ar rayyan“. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru, “Mana orang yang berpuasa.” Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya” (HR. Bukhari no. 1896 dan Muslim no. 1152).

2. Bau mulut orang yang berpuasa

Meskipun secara lahiriah bau mulut orang yang berpuasa mungkin kurang sedap bagi manusia, namun di hadapan Allah Swt., hal tersebut memiliki nilai yang sangat mulia. Dalam hadis qudsi disebutkan:

وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Muslim no. 1151)

Hadis tentang malam Ramadan

Selain puasa di siang hari, menghidupkan malam Ramadan dengan salat tarawih dan mencari malam lailatul qadar adalah bagian tak terpisahkan dari kumpulan hadis pilihan tentang bulan suci Ramadan.

1. Keutamaan salat malam

Menghidupkan malam Ramadan dengan salat sunah memiliki nilai yang serupa dengan puasanya itu sendiri dalam hal pengampunan dosa:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR. Bukhari No. 37 dan Muslim No. 759).

2. Memburu malam lailatul qadar

Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini tersembunyi di sepuluh malam terakhir Ramadan. Rasulullah saw. menganjurkan umatnya untuk bersungguh-sungguh mencarinya:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ.

"Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dalam sepuluh terakhir di bulan Ramadhan (HR Bukhari)."

Pentingnya menjaga lisan dan akhlak saat puasa

Puasa bukan sekadar menahan lapar. Kualitas puasa seseorang ditentukan oleh kemampuannya menahan diri dari perbuatan buruk. Jika seseorang hanya menahan makan namun tetap melakukan maksiat, maka puasanya kehilangan esensi.

Rasulullah saw. memberikan peringatan keras melalui hadis ini:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903)

Oleh karena itu, menjaga integritas moral selama Ramadan sangatlah krusial agar ibadah kita tidak sia-sia dan benar-benar membuahkan ketakwaan.

Dengan menjadikan hadis sebagai pedoman, Ramadan dapat dimaknai sebagai proses pembentukan karakter, peningkatan ketakwaan, dan penguatan solidaritas sosial. Oleh karena itu, memperdalam pemahaman terhadap hadis-hadis Ramadan menjadi langkah penting agar ibadah yang dijalani tidak sekadar formalitas, tetapi juga membawa perubahan dalam kehidupan sehari-hari.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News