Potret singkat Ramadan: Kisah Rasulullah SAW di bulan suci

Potret singkat Ramadan: Kisah Rasulullah SAW di bulan suci, seperti puasa, wahyu pertama Al-Qur’an, Tarawih, Perang Badar, hingga amalan 10 malam terakhir.

Update: 2026-01-28 15:00 GMT

Inilah kisah Nabi Muhammad yang terjadi di bulan Ramadan.

Elshinta Peduli

Potret singkat Ramadan ini menyajikan kisah Rasulullah SAW di bulan suci. Kisah ini menunjukkan bagaimana Nabi Muhammad SAW menjalani ibadah puasa, menerima wahyu pertama Al-Qur’an, penetapan ibadah, dan mengalami peristiwa bersejarah bersama para sahabat sepanjang bulan Ramadan. Sebagaimana yang kita tahu Ramadan merupakan bulan ke-sembilan dalam kalender Islam dimana umat Muslim berpuasa dari fajar hingga senja sebagai salah satu Rukun Islam yang wajib.

Sejarah singkat puasa Ramadan dan turunnya perintah

Puasa Ramadan ditetapkan sebagai kewajiban bagi umat Islam pada tahun kedua Hijrah (sekitar 624 M) setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.

Ayat tentang puasa terdapat dalam Surah al-Baqarah ayat 183-187 yang menyatakan bahwa puasa diwajibkan bagi orang beriman agar mereka menjadi lebih bertakwa. Pada masa awal, praktik puasa dilakukan dari malam hingga magrib, tetapi kemudian diwajibkan dari fajar hingga terbenamnya matahari saat ini.

Wahyu pertama dan Lailatul Qadar

Salah satu momen paling penting dalam kisah Rasulullah SAW di Ramadan adalah penerimaan wahyu pertama Al-Qur’an. Umat muslim meyakini bahwa pada suatu malam di 10 malam terakhir Ramadan, yang dikenal sebagai malam Lailatul Qadar (Malam Kemuliaan), Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira. Peristiwa ini menandai awal kenabian Nabi Muhammad dan pentingnya bulan Ramadan sebagai bulan turunnya Al-Qur’an.

Elshinta Peduli

Ibadah dan amalan Nabi Muhammad SAW

Kisah Rasulullah SAW di bulan suci menunjukkan bahwa beliau tidak hanya menjalankan puasa wajib, tetapi juga menekankan pentingnya aspek spiritual puasa yaitu dengan menahan diri dari ucapan buruk, perbuatan tercela, dan memperkuat ketakwaan.

Ibadah malam seperti Tarawih dimulai saat beliau memimpin salat tersebut dalam jamaah, namun kemudian tidak dilanjutkan secara konsisten agar tidak dianggap wajib bagi umatnya. Di 10 malam terakhir Ramadan, Nabi SAW kerap melakukan i‘tikaf, berdiam di masjid untuk fokus beribadah dan memperbanyak doa serta tadarus Al-Qur’an.

Peristiwa sejarah penting di bulan Ramadan

Selain aspek ibadah, bulan Ramadan juga menjadi saksi peristiwa bersejarah dalam perjalanan awal umat Islam. Salah satunya adalah Perang Badar yang terjadi pada hari ke-8 bulan Ramadan tahun ke-2 Hijriah, dimana kaum Muslimin yang dipimpin Nabi Muhammad SAW berhasil meraih kemenangan penting melawan kaum Quraisy.

Nilai spiritual dan pengaruh pada umat Islam

Ramadan tidak hanya dipahami sebagai kewajiban fisik menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai waktu untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan zakat dan sedekah, membaca Al-Qur’an, serta memperbaiki akhlak selama bulan suci ini.

Potret singkat Ramadan ini mengangkat kisah Rasulullah SAW di bulan suci yang memperlihatkan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan untuk ibadah, tetapi waktu penting yang membentuk fondasi spiritual, sosial, dan sejarah Islam. Dari turunnya wahyu pertama Al-Qur’an, penetapan kewajiban puasa, ibadah malam sepe]rti Tarawih, hingga peristiwa besar seperti Perang Badar. Ramadan hadir sebagai ruang pembentukan nilai ketakwaan dan keteguhan iman. Kisah Rasulullah SAW di bulan suci menjadi rujukan utama umat Islam dalam memahami makna Ramadan sebagai bulan refleksi, penguatan akhlak, serta peningkatan kedekatan dengan Allah SWT.


Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News