Ahmad Muzani kenang Try Sutrisno sebagai pejuang penjaga persatuan
Muzani menyebut almarhum tetap memikirkan persatuan nasional hingga akhir hayat, termasuk harapan agar UUD 1945 kembali diamendemen.
Foto: Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Masjid Sunda Kelapa setelah salat jenazah Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno. (Arie Dwi Prasetyo)
Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengenang almarhum Try Sutrisno sebagai sosok pejuang yang mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan negara.
Pernyataan itu disampaikan Muzani usai melaksanakan salat jenazah di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
“Di mata kami, almarhum adalah sosok pejuang sejati. Pandangan, pikiran, waktu, dan tenaga beliau dicurahkan untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujar Muzani.
Menurutnya, hingga usia senja, Try Sutrisno tetap menunjukkan perhatian besar terhadap persatuan dan kebersamaan nasional.
“Di usia senjanya, beliau sangat concern terhadap persatuan, kesatuan, kebersamaan, dan kegotongroyongan,” ucapnya.
Muzani juga mengungkapkan pesan khusus yang pernah disampaikan almarhum pada momen Lebaran tahun lalu. Saat itu, Try Sutrisno menyampaikan harapannya agar dilakukan Amandemen Undang-Undang Dasar 1945 yang kelima.
“Beliau pernah menyampaikan kepada kami saat Lebaran tahun lalu. Beliau berharap sebelum meninggal ada amandemen Undang-Undang Dasar 1945 yang kelima,” kata Muzani.
Ia menegaskan, keinginan tersebut disampaikan secara serius dan menjadi pesan yang diingat oleh pimpinan MPR.
“Beliau ingin itu dilakukan sebelum wafat. Pesan itu saya camkan betul sebagai pimpinan MPR ketika itu,” lanjutnya.
Muzani menambahkan, hingga kini MPR RI terus melakukan kajian mendalam terhadap berbagai gagasan yang pernah disampaikan almarhum.
“Sampai sekarang, apa yang diharapkan dan dipikirkan almarhum terus kami lakukan pembelajaran dan kajian lebih lanjut di Majelis Permusyawaratan Rakyat,” ujarnya.
Ia menegaskan, dedikasi Try Sutrisno untuk bangsa tidak pernah surut hingga akhir hayatnya.
“Semua pikiran, tenaga, dan waktu beliau dicurahkan untuk kepentingan bangsa dan negara sampai akhir hayat,” tutur Muzani.
Menjawab pertanyaan terkait tujuan amandemen UUD 1945 yang diharapkan almarhum, Muzani menyebut semangat utamanya adalah menjaga persatuan nasional.
“Beliau ingin agar amandemen itu dilakukan untuk menjaga persatuan, menjaga kebersamaan, dan menjamin kelangsungan Indonesia ke depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, meninggal dunia pada Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, sebagaimana disampaikan pihak keluarga.
Purnawirawan jenderal TNI itu wafat dalam usia lanjut. Setelah prosesi pemandian jenazah di RSPAD, jenazah dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.
Pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf atas segala khilaf almarhum semasa hidup serta memohon doa agar amal ibadahnya diterima dan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Arie Dwi Prasetyo/Rama


