Arab Saudi perketat umrah Ramadan, Kemenhaj jamin jamaah nyaman
Ka'bah
Pemerintah Arab Saudi memperketat aturan layanan umrah pada puncak Ramadan 1447 H untuk menekan masalah katering dan hotel, sehingga jemaah Indonesia dapat beribadah dengan gembira.
"Pemerintah Arab Saudi ingin memastikan seluruh jamaah mendapatkan layanan yang jelas dan terjamin, terutama pada musim puncak Ramadan," ujar Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Puji Raharjo di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Pengetatan aturan yang mewajibkan kejelasan katering higienis dan hotel resmi ini sangat mendukung terciptanya ekosistem ibadah yang ramah lansia, ramah perempuan, dan ramah disabilitas.
"Karena itu PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) harus menaati aturan paket layanan yang telah ditetapkan," tegas Puji guna menjamin jamaah rentan tetap terlayani dengan maksimal.
Langkah strategis ini dinilai selaras dengan visi Tri Sukses Haji Kemenhaj, khususnya pada aspek Sukses Ritual dan Sukses Ekosistem Ekonomi, di mana hak-hak dasar jamaah wajib terpenuhi tanpa kecuali.
"Kami meminta seluruh penyelenggara perjalanan umrah segera menyesuaikan paket layanannya. Jangan sampai ada jamaah berangkat tanpa kepastian hotel, konsumsi, dan layanan dasar lainnya," tambah Puji.
Lonjakan jumlah jamaah yang tajam menjelang Ramadhan membuat pemerintah meningkatkan pengawasan operasional demi kelancaran dan ketertiban bersama di Tanah Suci.
"Arab Saudi ingin memastikan kedatangan jamaah lebih tertib dan akomodasinya jelas. Ini juga untuk melindungi jamaah dari paket umrah yang tidak realistis atau tidak lengkap," ungkap Direktur Haji Khusus dan Umrah, Akhmad Fauzin.
Sebagai bentuk edukasi, Kemenhaj mengimbau masyarakat agar selalu kritis dan cerdas dalam memilih biro perjalanan yang transparan agar terhindar dari penipuan.
"Kami mengingatkan calon jamaah agar memastikan paket umrah mencakup tiket, hotel, transportasi, konsumsi, dan layanan lainnya sebelum berangkat," pungkas Fauzin.
Bhery Hamzah/Ter

