Dave Laksono ingatkan dampak konflik Timur Tengah terhadap stabilitas global
Dave Laksono, Wakil Ketua Komisi I DPR RI
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyampaikan keprihatinan atas eskalasi serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Menurut Dave, perkembangan situasi di Timur Tengah berpotensi membawa dampak luas bagi stabilitas kawasan maupun dinamika global.
“Komisi I DPR RI turut prihatin atas eskalasi yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Peristiwa ini menambah ketegangan regional yang tentu memiliki implikasi luas, tidak hanya bagi stabilitas kawasan, tetapi juga bagi dinamika global yang pada akhirnya dapat berpengaruh terhadap Indonesia,” kata Dave yang disampaikan kepada wartawan Elshinta, Sabtu (28/2/2026).
Ia menilai, dari sisi geopolitik, ketidakstabilan kawasan dapat berdampak langsung terhadap hubungan antarnegara serta sektor perdagangan internasional, khususnya energi.
“Dari sudut pandang geopolitik, ketidakstabilan di kawasan tersebut berpotensi mengganggu hubungan antarnegara serta menimbulkan ketidakpastian dalam jalur perdagangan internasional, terutama sektor energi. Indonesia sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak harus mewaspadai dampak terhadap harga energi dunia yang bisa memengaruhi perekonomian nasional,” ujarnya.
Selain aspek ekonomi, Dave juga menyoroti dampak keamanan dan sosial yang perlu diantisipasi secara bijak.
“Dari sisi keamanan, eskalasi konflik dapat memunculkan resonansi politik dan ideologis di berbagai belahan dunia. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, perlu menjaga ketenangan masyarakat serta memastikan perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi polarisasi yang merugikan persatuan bangsa,” papar Dave.
Dalam perspektif diplomasi, Indonesia dinilai harus tetap konsisten pada prinsip politik luar negeri bebas aktif.
“Sementara itu, dari perspektif diplomasi, Indonesia konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai dan dialog. Prinsip politik luar negeri kita adalah bebas aktif, sehingga Indonesia akan terus menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional, kedaulatan negara, dan penyelesaian sengketa tanpa kekerasan. Dan juga kita harus siaga dan menyiapkan berbagai macam rencana kontigensi untuk mengevakuasi WNI kita yg berada diwilayah terdampak bila mana situasi kerap berkembang jauh.” jelasnya
Dave menegaskan bahwa Indonesia harus tetap tenang dan memperkuat kerja sama internasional di tengah dinamika global yang berkembang.
“Dengan demikian, Komisi I DPR RI menegaskan bahwa eskalasi ini memiliki konsekuensi yang luas, namun Indonesia harus tetap berpegang pada prinsip diplomasi damai, menjaga stabilitas dalam negeri, serta memperkuat kerja sama internasional agar tidak terjebak dalam arus konflik yang berkepanjangan,” pungkasnya
Seperti diketahui, Amerika Serikat dan Israel meluncurkan operasi militer gabungan berskala luas terhadap Iran, Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi dimulainya operasi tersebut dengan pernyataan: "Kami baru saja memulai operasi tempur berskala luas di Iran,” dikutip dari berbagai sumber.
Di lapangan, ledakan-ledakan besar terdengar di ibu kota Teheran dan sejumlah kota lainnya, termasuk Qom, Isfahan, Kermanshah, dan Karaj. Sejumlah media Iran melaporkan bahwa beberapa rudal menghantam area di sekitar Universitas Teheran dan kawasan Jomhouri, yang terletak di dekat pusat pemerintahan.
Seorang pejabat pertahanan AS mengonfirmasi kepada Al Jazeera bahwa Angkatan Udara AS berpartisipasi langsung dalam serangan ini. Operasi ini dilaporkan telah direncanakan selama berbulan-bulan.
Kementerian Pertahanan Israel menyatakan serangan ini sebagai "serangan preventif" untuk menghilangkan ancaman terhadap 'Israel'. Laporan dari Channel 12 'Israel' menyebutkan bahwa puluhan target milik pemerintah dan fasilitas militer Iran telah dihantam. Salah satu fokus awal serangan adalah menargetkan tokoh-tokoh penting di pemerintahan Iran.
Arie Dwi Prasetyo/Ter


