Basarnas: Evakuasi pesawat jatuh Bulusaraung sempat terkendala Medan cuaca

Jurang 500 meter dan hujan berkabut hambat penggunaan helikopter

Update: 2026-01-20 10:35 GMT

Istimewa

Elshinta Peduli

Basarnas Makassar menyatakan evakuasi korban pesawat jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, terkendala medan ekstrem dan cuaca buruk. Kepala Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan lokasi berada di jurang sedalam 500 meter dengan tebing sangat terjal.

Kemiringan tebing mencapai 90 derajat dan menjadi kendala utama proses evakuasi sejak hari pertama.

“Bukan 50 meter, ini 500 meter, jurangnya terjal dengan sudut 90 derajat, sehingga kesulitan utama kami ada di situ,” ujar Arif, saat wawancara Radio Elahinta, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan evakuasi paling efektif dilakukan melalui jalur udara. Namun, helikopter belum bisa diterjunkan karena hujan dan kabut tebal belum berhenti.

“Evakuasi paling efektif dilakukan melalui jalur udara, tetapi hingga kini helikopter belum bisa diterjunkan karena kondisi cuaca,” ujarnya.

Arif menyebut tim SAR gabungan tetap bersiaga di sekitar lokasi sambil menunggu cuaca membaik. Keselamatan personel menjadi prioritas karena medan curam dan licin berisiko tinggi.

Basarnas memastikan seluruh korban telah ditemukan dan berada dalam penguasaan tim penyelamat di lokasi. Sebanyak 43 personel tergabung dalam SRU 2 dan 34 personel di SRU 1 mendampingi jenazah.

“Korban sudah aman bersama tim rescue, sekarang tinggal bagaimana cara mengevakuasinya,” ujarnya.

Tim SAR terus memantau cuaca dan menyiapkan skenario evakuasi udara maupun jalur alternatif.

Steffy Anastasia/Rama

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News