BNPB: Banjir Karanganyar Demak karena got tak lancar tertutup sampah
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera menangani sampah yang menyumbat got saluran pembuang air karena menjadi salah satu penyebab banjir di Kecamatan Karanganyar.
Gorong-gorong yang melintas di bawah Jalan Pantura Demak-Semarang, Jawa Tengah, sebagai salah satu penyebab genangan banjir. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera menangani sampah yang menyumbat got saluran pembuang air karena menjadi salah satu penyebab banjir di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, tidak cepat surut, kata Kepala BNPB Suharyanto.
"Permasalahan tersumbatnya got saluran air ini yang menjadi prioritas kita, jangka pendeknya menggunakan mesin penyedot air agar ke luar," ujarnya saat meninjau langsung tersumbatnya saluran pembuang yang tersumbat sehingga banjir di dua desa di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak belum juga surut, Sabtu.
Lokasi sumbatan jalur air, yakni di got atau gorong-gorong yang melintas di bawah Jalur Pantura Demak-Semarang di Desa Gajah, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, sebagai saluran pembuang atau Afour C71 atau dikenal masyarakat Saluran Sipon dari kawasan Kecamatan Karanganyar.
Ia mengakui sudah memerintahkan kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD untuk segera mengerahkan alat berat guna mengeruk sampah-sampah yang menyumbat saluran.
"Got jalur airnya memang tidak lancar, tertutup sampah dan mungkin juga sudah tidak mampu menampung debit air," ujarnya.
Banjir yang masih menggenang di Kecamatan Karanganyar tersebut, kata dia, juga merendam lahan persawahan, sehingga dalam jangka empat hari lagi tidak ditangani, maka petani setempat bisa gagal panen.
Ia menambahkan banjir di Kabupaten Demak tahun ini berbeda dengan kejadian dua tahun sebelumnya, yakni 2023–2024, yang disebabkan jebolnya tanggul Sungai Wulan.
"Saat itu banjirnya cukup parah. Sekarang sudah dilaksanakan normalisasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Alhamdulillah di tahun 2025–2026 ini tidak banjir di lokasi yang sama," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Demak Muhammad Badruddin mengakui salah satu penyebab banjir di Desa Kedung Banteng dan Wonorejo (Kecamatan Karanganyar) karena saluran pembuang Sungai Sipon yang gorong-gorongnya tidak mampu menampung debit air, terutama pada jalur yang melintas di bawah Jalur Pantura Demak–Semarang.
"Ukurannya kurang lebar dan tersumbat sampah. Kami sudah menyampaikan kepada Kepala BNPB sehingga ke depan ada perhatian agar banjir tidak terulang di tahun-tahun berikutnya," ujarnya.
Ia berharap kondisi banjir dapat segera teratasi sehingga petani bisa melaksanakan panen dengan baik. Pemerintah daerah bersama warga juga terus berupaya melakukan antisipasi, meskipun debit air hujan masih cukup tinggi.
"Insya Allah dalam empat hari sampai satu minggu ini bisa diantisipasi dengan baik dan semoga panen masyarakat Karanganyar, terutama warga Desa Kedung Banteng dan Wonorejo bisa berlangsung lebih baik," ujarnya.
Badrudin juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya sungai dan saluran air, agar tidak terjadi sumbatan akibat sampah.


