Bulog pastikan stok beras nasional aman di tengah gejolak Timur Tengah
Perum Bulog memastikan stok cadangan beras pemerintah secara nasional tetap aman dan terkendali untuk memasok kebutuhan masyarakat di dalam negeri meski terjadi gejolak geopolitik global di Timur Tengah.
Ilustrasi - Stok beras yang tersimpan di Gudang Bulog Lampung di daerah Campang Raya Kota Bandarlampung. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Perum Bulog memastikan stok cadangan beras pemerintah secara nasional tetap aman dan terkendali untuk memasok kebutuhan masyarakat di dalam negeri meski terjadi gejolak geopolitik global di Timur Tengah.
Direktur Operasi Perum Bulog Andi Afdal menegaskan Bulog terus memastikan pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berjalan optimal untuk menjaga stabilitas pangan nasional baik di tengah gejolak geopolitik global hingga potensi dampak fenomena El Nino pada 2026.
“Stok beras yang saat ini dikelola berada dalam kondisi aman dan cukup untuk menjaga ketersediaan pangan nasional," kata Andi Afdal dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Stok beras yang dikelola BUMN pangan itu mencapai hingga 3,7 juta ton. Stok itu juga siap digunakan untuk berbagai kebutuhan intervensi pemerintah guna menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di pasaran.
Lebih lanjut, ia menjelaskan Bulog terus memperkuat pengelolaan cadangan beras melalui penyerapan produksi dalam negeri serta pengelolaan distribusi yang terencana.
Dengan begitu, cadangan pangan pemerintah tetap terjaga di tengah berbagai tantangan global termasuk konflik yang terjadi antara Iran dengan Israel dan sekutunya Amerika Serikat (AS).
Sementara itu, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menegaskan kondisi cadangan pangan nasional saat ini berada dalam posisi yang aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
“Setelah kami menghitung kekuatan cadangan pangan nasional dengan mempertimbangkan kondisi geopolitik global yang memanas, Alhamdulillah cadangan pangan kita saat ini tersedia hingga 324 hari ke depan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, karena ketersediaan pangan kita cukup dan terus kami perkuat,” ujar Amran.
Amran menjelaskan penghitungan tersebut berasal dari berbagai sumber cadangan pangan nasional, mulai dari stok beras pemerintah yang dikelola oleh Perum Bulog, cadangan di sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka), hingga potensi produksi dari tanaman yang sedang tumbuh di lahan pertanian.
Ia menyebutkan stok beras yang dikelola Bulog saat ini mencapai sekitar 3,7 juta ton, ditambah cadangan di sektor horeka lebih dari 12 juta ton serta potensi standing crop sekitar 10–11 juta ton. Secara keseluruhan, cadangan tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional hingga 324 hari ke depan.
Dengan berbagai langkah antisipasi yang telah dilakukan pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk Perum Bulog kondisi pasokan pangan nasional diyakini tetap terjaga sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia.


