Bupati Sigi belajar pengelolaan sampah terintegrasi dari Kota Makassar
Bupati Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) Mohammad Rizal Intjenae datang menemui Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin untuk belajar langsung pengelolaan sampah terintegrasi yang dicanangkan Pemerintah Kota Makassar.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (kiri) saat menerima kunjungan silaturahim dari Bupati Sigi, Sulawesi Tengah Mohammad Rizal Intjenae yang datang untuk belajar langsung pengelolaan sampah di Makassar, Jumat (2/1/2027). ANTARA/HO-Pemkot Makassar.
Bupati Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) Mohammad Rizal Intjenae datang menemui Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin untuk belajar langsung pengelolaan sampah terintegrasi yang dicanangkan Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Mohammad Rizal Intjenae di Makassar, Jumat (2/1) menilai bahwa Kota Makassar telah menunjukkan kemampuan mengelola persoalan persampahan secara mandiri, sistematis, dan terintegrasi, mulai dari proses pemilahan di sumber, pengangkutan, pengolahan, hingga pemanfaatan akhir.
"Kami ke Makassar, silaturahim. Juga menjajaki kerja sama pengelolaan sampah. Tentu kami ingin menerapkan di Sigi," ujarnya.
Rizal Intjenae mengatakan model pengelolaan sampah di Kota Makassar, relevan untuk direplikasi, khususnya bagi daerah yang tengah berupaya meningkatkan kualitas layanan lingkungan dan pengelolaan sampah perkotaan.
Ia menyebutkan, kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang studi pembelajaran, tetapi juga mencerminkan tumbuhnya semangat kolaborasi antardaerah dalam mencari solusi konkret atas tantangan pengelolaan sampah yang kian kompleks.
Rizal Intjenai mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Makassar bertujuan untuk membuka peluang kolaborasi, khususnya dalam pengelolaan sampah plastik yang telah dikembangkan Pemerintah Kota Makassar melalui berbagai inovasi, salah satunya program Gerakan Mengelola Sampah (Gema).
"Saya melihat langsung bagaimana perkembangan pengelolaan sampah plastik di Makassar yang diolah melalui program Gema dan inovasi lainnya," katanya.
Rizal mengakui salah satu permasalahan sampah yang masih menjadi perhatiannya adalah jenis sampah plastik karena sulit terurai dan membutuhkan waktu sangat lama untuk mengurainya.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, memaparkan secara komprehensif konsep pengelolaan sampah terintegrasi yang tengah dan akan terus dikembangkan Pemerintah Kota Makassar.
"Sistem ini tidak hanya menyasar pengurangan sampah, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan nilai ekonomi, mendukung ketahanan pangan, serta terhubung dengan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan," tuturnya.
Munafri menjelaskan, tidak semua jenis sampah plastik memiliki nilai jual tinggi. Beberapa jenis kemasan seperti sampo sachet dan bungkus makanan ringan tergolong sulit dipasarkan.
Namun, Pemerintah Kota Makassar tetap berupaya mengoptimalkan pemanfaatannya.
"Ada bahan yang tidak terlalu laku seperti kemasan sampo dan snack. Tapi di sini sudah ada juga yang mau ambil. Sisa-sisanya ini biasanya kita jadikan bahan kerajinan. Ini yang terus kita dorong," ucap Munafri.


