Cegah kematian jemaah haji: Kemenhaj tekankan fisik dan tips hidrasi
Jemaah haji 2026 diminta aktif jalan kaki dan batasi tradisi sosial agar tak kelelahan sebelum keberangkatan
Keterangan Foto : Kepala Pusat Kesehatan Haji (Puskeshaji) Kemenkes, Liliek Marhaendro Susilo
Kemenhaj memperkuat edukasi manasik kesehatan menjelang haji 1447 H / 2026 M untuk menekan risiko kematian akibat kelelahan dan cuaca panas ekstrem.
Selain skrining medis, persiapan fisik dari tanah air menjadi faktor utama keberhasilan ibadah haji.
Kepala Pusat Kesehatan Haji (Puskeshaji) Liliek Marhaendro Susilo menekankan kesiapan fisik dan hidrasi usai memberikan materi DIKLAT PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede.
Ia menyarankan jemaah mulai aktivitas fisik rutin, seperti jalan kaki minimal 30 menit setiap hari, segera setelah pelunasan biaya haji.
Jemaah juga diminta membatasi tradisi sosial seperti Walimatus Safar untuk menghindari kelelahan ekstrem sebelum terbang.
"Kami minta Walimatus Safar dilakukan maksimal satu minggu sebelum keberangkatan agar jemaah punya waktu istirahat total. Ada kasus jemaah wafat karena kelelahan setelah tujuh hari menerima tamu tanpa henti," ungkap Liliek, Rabu (13/1/2026).
Menghadapi panas Arab Saudi, jemaah dibekali teknik hidrasi khusus untuk menjaga cairan tubuh tanpa terlalu sering buang air kecil.
Tips Hidrasi:
- Target Cairan: Minum minimal 200 ml atau satu gelas setiap jam.
- Teknik Minum: Teguk air sedikit-sedikit setiap 10 menit, jangan sekaligus banyak.
- Alat Pelindung Diri (APD): Kacamata hitam, masker, dan semprotan air untuk menjaga tubuh tetap sejuk.
Terkait usia, kata Liliek, pemerintah tetap mengutamakan kriteria kesehatan (istitaah) di atas umur.
"Patokan kita adalah sehat. Selama lansia tersebut sehat secara fisik dan kognitif (mental), mereka tetap memiliki kesempatan untuk berangkat," jelasnya.
Kemenkes juga melakukan pemetaan kesehatan jemaah melalui aplikasi Mobile JKN untuk pembinaan medis terstruktur sejak dua tahun sebelum keberangkatan.
Beri Hamzah/Rama

