Kolaborasi warga dan Pemprov dari Zebra Cross ‘Pac-Man’

Aksi zebra cross Pac-Man di Tebet diapresiasi DPRD DKI. Pemprov diminta kolaborasi dengan warga untuk pengawasan fasilitas publik tanpa abaikan standar keselamatan.

Update: 2026-04-01 05:38 GMT
Indomie

Aksi kreatif warga yang membuat zebra cross mandiri bergaya “Pac-Man” di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, menuai respons positif sekaligus perhatian dari DPRD DKI Jakarta.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengapresiasi inisiatif tersebut meski menyoroti adanya kekosongan marka jalan yang cukup lama hingga memicu aksi swadaya masyarakat.

“Saya mengapresiasi inisiatif warga yang membuat dan mengerjakan dengan kreativitasnya, dengan niat mungkin membantu,” ujar Yuke di Komplek DPRD DKI Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Yuke meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga agar tidak hanya melihat aksi tersebut sebagai pelanggaran aturan.

Menurutnya, kreativitas dan kepedulian warga justru perlu dirangkul sebagai bagian dari solusi kota.

“Ini yang sebetulnya harus digandeng, diajak kerja sama, diajak kolaborasi oleh dinas terkait ataupun Pemprov,” tegasnya.

Ia menambahkan, partisipasi warga bisa diintegrasikan dalam sistem pengawasan infrastruktur agar laporan kerusakan fasilitas publik dapat ditangani lebih cepat.

Yuke menilai, masyarakat seharusnya tidak dianggap sebagai “saingan” pemerintah, melainkan mitra dalam menjaga kota.

“Harusnya diajak mereka menjadi bagian dari sistem pengawasan atau satgasnya,” jelasnya.

Dengan demikian, setiap informasi terkait kerusakan fasilitas bisa langsung disampaikan dan ditindaklanjuti bersama.

Meski mengapresiasi kreativitas warga, Yuke menegaskan bahwa pembuatan zebra cross tetap harus mengikuti standar teknis demi keselamatan pengguna jalan.

Elshinta Peduli

Desain yang terlalu mencolok, terutama konsep tiga dimensi (3D), dinilai berpotensi membahayakan.

“Kalau terlalu fancy di tempat yang riskan, itu mungkin alasan kenapa mau ditertibkan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa desain 3D dapat memicu orang berhenti untuk berfoto di tengah jalan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

Ke depan, Yuke berencana membawa isu ini ke dalam rapat kerja bersama pihak eksekutif. Fokusnya adalah menyelaraskan kreativitas warga dengan standar teknis yang berlaku.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ruang kolaborasi yang aman, inovatif, dan tetap mengutamakan keselamatan di ruang publik.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News