Daop 1 Jakarta catat arus balik Lebaran merata, 53 ribu penumpang per hari

Update: 2026-03-29 11:00 GMT
Indomie

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat tingginya volume penumpang pada masa arus balik Lebaran 2026 yang berlangsung sejak 23 Maret hingga 29 Maret. Namun, lonjakan tersebut dinilai merata tanpa adanya puncak tertentu.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan jumlah penumpang yang tiba di wilayah Daop 1 Jakarta konsisten tinggi dalam beberapa hari terakhir.

“Dari tanggal 23 sampai dengan hari ini tanggal 29, kedatangan penumpang memang cukup tinggi. Tercatat pada 24, 25, 26, dan 29 Maret, rata-rata penumpang yang tiba di atas 53.000 per hari. Secara keseluruhan, sejak awal arus balik, rata-rata mencapai sekitar 53.000 penumpang per hari,” ujar Franoto di Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat, Minggu (29/3/2026).

Ia menambahkan, pola kedatangan yang stabil tersebut menunjukkan tidak adanya puncak arus balik yang signifikan tahun ini.

“Kalau dirata-ratakan, angkanya relatif sama, sekitar 53.000 lebih. Jadi bisa dipastikan tidak ada puncak, semuanya merata,” katanya.

Sementara itu, untuk keberangkatan penumpang, jumlahnya juga masih tergolong tinggi. Pada Sabtu (29/3/2026), tercatat lebih dari 30.000 penumpang berangkat dari wilayah Daop 1 Jakarta menuju berbagai kota di Pulau Jawa.

Dari jumlah tersebut, Stasiun Pasar Senen mencatat sebanyak 13.452 penumpang berangkat, sementara Stasiun Gambir sekitar 10.000 penumpang.

KAI juga masih mengoperasikan kereta api tambahan hingga 1 April 2026 guna mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Tercatat terdapat 20 perjalanan kereta tambahan, terdiri dari 13 perjalanan dari Stasiun Gambir dan 7 perjalanan dari Stasiun Pasar Senen.

“Untuk ketersediaan tiket sampai 1 April masih cukup banyak, lebih dari 100.000 tiket tersedia,” kata Franoto.

Elshinta Peduli

Selain itu, KAI juga memberikan promo diskon sebesar 20 persen dalam program “Promo Silaturahmi” hingga 1 April, khususnya untuk pembelian tiket kelas eksekutif melalui aplikasi Access by KAI dan kanal resmi lainnya.

Di sisi lain, KAI menyoroti masih adanya perilaku masyarakat yang tidak tertib di sekitar jalur kereta api. Franoto menegaskan bahwa aktivitas di jalur rel sangat berbahaya, baik bagi masyarakat maupun perjalanan kereta.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur kereta api karena sangat membahayakan. Kami terus melakukan sosialisasi keselamatan melalui berbagai unit, baik pengamanan, prasarana, maupun humas,” ujarnya.

Secara keseluruhan, KAI menilai pelaksanaan angkutan Lebaran 2026 berjalan lancar dan akan terus melakukan evaluasi.

“Evaluasinya tentu kami akan terus meningkatkan pelayanan agar lebih baik dan nyaman bagi pelanggan. Sampai saat ini tidak ada kendala yang berarti selama masa angkutan Lebaran,” tutup Franoto.

Jika melihat tren sejak awal arus balik pada 23 Maret, jumlah kedatangan penumpang konsisten berada di atas 50 ribu orang per hari. Ini menandakan puncak arus balik masih berlangsung dan belum sepenuhnya mereda.

Secara kumulatif, selama masa angkutan Lebaran dari 11 hingga 29 Maret 2026, KAI Daop 1 Jakarta telah memberangkatkan lebih dari 855 ribu penumpang, dengan tingkat okupansi mencapai 83 persen dari total kapasitas lebih dari 1 juta tempat duduk.

Awaluddin Marifatullah/Ter

Elshinta Peduli

Similar News