Diktis Kemenag salurkan santunan Rp100 juta untuk anak yatim di bulan Ramadan

Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam menyalurkan santunan Rp100 juta kepada empat yayasan yatim piatu dalam rangka kegiatan peningkatan kapasitas keagamaan pegawai di bulan Ramadan.

Update: 2026-03-07 13:45 GMT
Indomie

Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama menggelar kegiatan peningkatan kapasitas keagamaan pegawai pada 6–7 Maret 2026.

Mengusung tema “Internalisasi Nilai Spiritual melalui Refleksi Diri, Kebersamaan, dan Kepedulian Sosial”, kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan.

Dalam kegiatan tersebut, Diktis menyalurkan santunan senilai Rp100 juta kepada empat yayasan yang mengelola anak yatim dan piatu.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia Kamaruddin Amin menegaskan bahwa ibadah puasa seharusnya tidak hanya berdampak pada spiritualitas individu, tetapi juga melahirkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Puasa sesungguhnya adalah instrumen untuk membentuk pribadi yang berintegritas dan menjadi versi terbaik dari diri kita. Kesuksesan ibadah juga tercermin dari sejauh mana kita mampu berbagi dan memberi manfaat kepada orang lain,” ujar Kamaruddin.

Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial di lingkungan Direktorat Pendidikan Islam, khususnya Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyapa masyarakat dengan aksi nyata, terutama kepada yayasan yang mengelola anak-anak yatim dan piatu. Ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk hadir dan memberikan perhatian kepada masyarakat, khususnya di bulan Ramadan,” kata Amien.

Elshinta Peduli

Ia berharap kegiatan berbagi tersebut dapat menjadi tradisi baik yang terus berlanjut di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron menekankan pentingnya internalisasi nilai spiritual dalam kehidupan kerja.

Menurutnya, kepedulian sosial yang diwujudkan melalui kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun keseimbangan antara profesionalitas birokrasi dan empati kemanusiaan dalam pelayanan publik.

“Keseimbangan antara profesionalitas birokrasi dan empati kemanusiaan menjadi kunci untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih humanis dan bermartabat,” ujarnya.

Rama Pamungkas

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News