Dirjen Hubdat prediksi puncak arus balik 24 Maret, imbau manfaatkan WFA
Puncak arus balik Lebaran 2026 diperkirakan tembus 270 ribu kendaraan, masyarakat diminta atur jadwal perjalanan dan manfaatkan kebijakan WFA
Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi akan terjadi pada 24 Maret, masyarakat diimbau untuk mengatur waktu perjalanan dan memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA). Foto : Radio Elshinta Farens Excel
Pemerintah memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi pada 24 Maret. Masyarakat diimbau untuk mengatur waktu perjalanan dan memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) guna menghindari kepadatan lalu lintas.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Irjen Pol (Purn) Aan Suhanan, mengatakan volume kendaraan saat puncak arus balik diperkirakan mencapai lebih dari 270 ribu kendaraan. Angka tersebut dinilai sangat tinggi dan berpotensi menimbulkan kemacetan jika tidak diantisipasi.
“Arus balik dengan angka lebih dari 270 ribu kendaraan ini luar biasa. Ini harus kita persiapkan dengan baik,” ujar Aan kepada wartawan di JMTC Jasa Marga, Bekasi, Jumat (20/3/2026).
Aan menjelaskan, pemerintah bersama Korlantas Polri dan berbagai pemangku kepentingan telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama periode arus balik.
“Dari Korlantas dan seluruh stakeholder sudah mempersiapkan berbagai skema untuk melayani arus balik ini,” katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis, puncak arus balik diperkirakan jatuh pada 24 Maret 2026. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk menghindari perjalanan pada tanggal tersebut.
“Prediksi puncak arus balik tanggal 24 Maret. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak kembali pada saat puncak,” tegasnya.
Aan menambahkan, kebijakan WFA yang diterapkan pemerintah diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan dengan memberikan fleksibilitas waktu perjalanan bagi masyarakat.
Dengan adanya fleksibilitas tersebut, pemudik dapat menjadwalkan perjalanan kembali di luar tanggal puncak, seperti pada 25 hingga 29 Maret 2026, sehingga distribusi arus kendaraan menjadi lebih merata.
Pemerintah berharap langkah ini dapat meningkatkan kelancaran lalu lintas serta memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi masyarakat selama periode arus balik Lebaran tahun ini.
Farens Excel


