Dirut Bulog perkuat GPM 2026 demi stabilitas harga pangan

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan penguatan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada 2026 sebagai instrumen utama menjaga stabilitas harga pangan nasional serta memperluas akses masyarakat terhadap komoditas strategis secara merata.

By :  Widodo
Update: 2026-01-03 01:10 GMT

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani berbincang bersama awak media usai jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026). ANTARA/Harianto.

Elshinta Peduli

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan penguatan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada 2026 sebagai instrumen utama menjaga stabilitas harga pangan nasional serta memperluas akses masyarakat terhadap komoditas strategis secara merata.

Rizal mengatakan program GPM semakin masif dibanding periode sebelumnya seiring dengan peningkatan frekuensi pelaksanaan serta keterlibatan banyak pihak dalam menekan harga pangan di tingkat konsumen secara berkesinambungan.

"Kalau dulu-dulu mohon maaf GPM tidak semasif sekarang. Nah sekarang Gerakan Pangan Murah ini luar biasa," kata Rizal dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026, di Jakarta, Jumat.

Dia menyampaikan pada tahun 2025 Bulog mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) seusai melaksanakan program Gerakan Pangan Murah secara serentak di 4.337 titik di seluruh Indonesia.

Hal itu sebagai pencapaian distribusi pangan terbesar sepanjang tahun berjalan secara konsisten terpadu nasional.

Capaian tersebut ditopang sinergi kuat lintas pemangku kepentingan meliputi pemerintah pusat, daerah, hingga aparat keamanan, termasuk pelaku usaha serta jaringan pengecer.

"Ini berkat kerja sama yang luar biasa dari seluruh stakeholder, baik pemerintah, TNI-Polri, swasta, dan lain sebagainya. Bahkan para pengecer yang ada di lapangan," ujar Rizal.

Elshinta Peduli

Oleh karena itu, Rizal menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan kegiatan GPM di berbagai daerah dengan tetap menggandeng lintas sektor.

Menurut dia, GPM berperan penting menyalurkan berbagai komoditas strategis termasuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sehingga ketersediaan pasokan terjaga dan tekanan harga dapat dikendalikan.

Pada 2026, kata Rizal, strategi pelaksanaan GPM dipertahankan sekaligus diperluas dengan intensitas lebih tinggi agar dampak stabilisasi harga dirasakan masyarakat lebih luas secara merata, dengan begitu daya beli masyarakat tetap terjaga.

Penguatan GPM selaras dengan kebijakan target penyaluran beras SPHP sebanyak 1,5 juta ton yang direncanakan akan berlangsung sepanjang tahun 2026 guna menjaga kontinuitas pasokan dan kestabilan pasar.

"Kami akan tambah ke depan dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya lebih masif lagi, yaitu GPM-GPM itu. Supaya hasilnya lebih banyak," imbuh Rizal.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News