Diskominfo Palembang layani 16.000 warga di program rumah aspirasi

Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Palembang, Sumatera Selatan melayani 16.000 warga dalam program rumah aspirasi yang dijalankan sepanjang periode Juni - Desember 2025.

By :  Widodo
Update: 2026-01-03 01:00 GMT

Kepala Diskominfo Palembang Adi Zahri (tengah) ANTARA/ HO- Pemkot Palembang.

Elshinta Peduli

Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Palembang, Sumatera Selatan melayani 16.000 warga dalam program rumah aspirasi yang dijalankan sepanjang periode Juni - Desember 2025.

Kepala Diskominfo Palembang Adi Zahri di Palembang, Jumat (2/1), mengatakan sejak diresmikan pada 27 Mei 2025, rumah aspirasi telah menunjukkan performa yang impresif.

"Berdasarkan data statistik Juni hingga Desember 2025, tercatat, 16.000 lebih warga telah mendapatkan layanan langsung," katanya.

Ia menambahkan sebanyak 806 aduan resmi telah masuk dan diproses melalui sistem.

"Angka ini menunjukkan kepercayaan publik yang besar. Namun, bagi kami, setiap aduan bukan sekadar data statistik, melainkan amanah yang harus dijaga. Kami ingin mengubah paradigma; keluhan masyarakat adalah kesempatan untuk beramal dan memberikan solusi nyata," ujarnya.

Ia menegaskan sebagai transformasi 2026, "Rumah Rakyat, Rumah Berjuta Manfaat.

Memasuki tahun 2026, Diskominfo Palembang bertekad untuk menjadikan Rumah Aspirasi dan Call Center sebagai role model nasional dalam penanganan aduan masyarakat.

Adapun tiga pilar transformasi yang akan diakselerasi yakni, Restorasi Budaya Pelayanan (Hospitality), melakukan standarisasi komunikasi berbasis empati dan optimalisasi teknologi untuk mempercepat durasi waktu tanggap (response time) terhadap setiap laporan.

Elshinta Peduli

Kemudian Eskalasi Kapasitas dan Kreativitas, yakni meningkatkan kompetensi operator agar tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi mampu melahirkan solusi kreatif dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah.

Lalu integritas tanpa kompromi, yakni memperketat pengawasan terhadap praktik gratifikasi dan memastikan seluruh alur penanganan aduan patuh pada standar mutu SP4N-LAPOR! sebagai sistem pengelolaan pengaduan pelayanan publik nasional.

Filosofi Pelayanan Adi Zahri menekankan pentingnya personalisasi layanan.

Ia menginginkan setiap tim memiliki rasa cinta terhadap profesinya agar interaksi dengan warga Palembang terasa lebih hangat dan solutif.

“Kami bertekad menjadikan Rumah Aspirasi sebagai telinga yang mendengar dengan jernih, hati yang memahami dengan tulus, dan tangan yang membantu dengan sigap bagi seluruh warga Palembang,” ujarnya.

Elshinta Peduli

Similar News