Distribusi air bersih di Tangerang terhenti dampak sungai tercemar

Update: 2026-02-10 03:53 GMT

Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng Joko Surana memeriksa kondisi Instalasi Pengolahan Air (IPA) dampak kebakaran gudang kimia di Serpong menyebabkan pencemaran di sungai cisadane. ANTARA/HO-Pemkot Tangerang

Elshinta Peduli

Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang, Banten menyatakan terhentinya distribusi air bersih ke warga karena pihaknya menghentikan sementara seluruh operasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) sebagai dampak kebakaran gudang kimia di Serpong yang menyebabkan pencemaran di sungai Cisadane.

"Saat ini pendistribusian air ke pelanggan Kota Tangerang sudah berjalan 95 persen dan bertahap kami normalkan kembali," kata Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng Joko Surana dalam keterangannya di Tangerang, Selasa.

Ia mengatakan kejadian pencemaran air baku sungai Cisadane akibat kebakaran gudang bahan kimia di Serpong Tangerang Selatan.

Pada Senin (9/2) pukul 22.00 WIB, air baku sungai Cisadane tercemar limbah kimia berbahaya dengan indikasi bau menyengat, air sungai berminyak dan ikan mati mendadak.

"Langkah awal yang kami lakukan adalah seluruh IPA Perumda TB stop operasi," katanya.

Kemudian, pukul 22.30 WIB, Perumda TB berkoordinasi ke pengelola Bendung 10 untuk membuka pintu nomor 9 dan nomor 10 dengan tujuan limbah terbuang ke laut. Hasil pemantauan di lapangan, pada pukul 00.00 WIB air sudah tidak lagi terindikasi cemaran bahan kimia maupun berbau.

"Kualitas air terus kami pantau secara fisika dan kimia per 30 menit. Pada pukul 05.00 air baku membaik dan IPA Perumda TB bertahap kami operasikan," ujarnya.

Perumda Tirta Benteng menegaskan seluruh air yang kini kembali tersalurkan telah melalui proses pengawasan dan dipastikan tidak tercemar secara fisika maupun kimia.

“Kami memastikan air yang saat ini diterima pelanggan dalam kondisi aman dan layak digunakan. Dipastikan tidak tercemar, baik secara fisika maupun kimia,” ucapnya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News