Greenpeace: Larangan bakar sampah harus disertai solusi pengelolaan

Larangan membakar sampah dinilai perlu diikuti sistem pengangkutan, pemilahan, dan pengelolaan yang memadai dari pemerintah daerah.

Update: 2026-03-05 15:30 GMT

Ilustrasi AI

Indomie

Greenpeace Indonesia menilai larangan membakar sampah perlu diikuti solusi pengelolaan sampah yang memadai.

Zero Waste Campaigner Greenpeace Indonesia, Ibar Akbar, mengatakan masyarakat sebenarnya menyadari persoalan sampah sebagai masalah serius yang berdampak pada kesehatan dan lingkungan. Namun, menurutnya, imbauan untuk tidak membakar sampah harus diikuti langkah nyata dari pemerintah.

“Pada dasarnya masyarakat kita sadar masalah sampah ini serius dan berdampak pada kesehatan serta kenyamanan. Himbauan untuk tidak membakar sampah itu bagus, tapi perlu ada follow up, misalnya karena tidak ada pengangkutan, pengelolaan, atau pemilahan sampah,” kata Ibar saat diwawancarai di Radio Elshinta, Kamis (5/3/2026).

Ia menilai imbauan saja tidak cukup untuk mengubah perilaku masyarakat. Pemerintah daerah perlu menyediakan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, mulai dari pengangkutan, pemilahan, hingga pengolahan dan daur ulang.

“Bagaimana kita mendorong masyarakat bukan hanya memberi himbauan, tapi juga solusi pengelolaan sampah. Harus ada pemilahan, karena kalau tidak ada pengangkutan dan sistem pengelolaan yang baik, masyarakat tidak punya pilihan lain. Pemerintah daerah perlu menyediakan infrastruktur, regulasi, dan pengawasan agar sampah bisa dipilah, diolah, atau didaur ulang, tidak cukup dengan himbauan saja,” ujarnya.

Menurut Ibar, pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan menjadi kunci untuk mengurangi praktik pembakaran sampah di masyarakat. Ia berharap pemerintah daerah dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah agar dampak lingkungan dan kesehatan akibat sampah dapat ditekan.

Stefi Anastasia/Rama

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News