Hadapi El Nino Godzila, pemerintah optimistis stok melimpah, ekspor beras tetap jalan
Mentan Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan ketahanan pangan nasional tetap aman menghadapi potensi fenomena El Nino ekstrem atau yang disebut El Nino Godzilla yang diperkirakan terjadi mulai April 2026 selama enam bulan ke depan.
Amran menyebut, kesiapan pemerintah saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya, terutama dari sisi infrastruktur dan cadangan stok pangan.
“Insyaallah pangan, khususnya beras, aman. Infrastruktur kita sudah jauh lebih siap, mulai dari pompanisasi hingga perbaikan irigasi,” ujar Amran di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah telah memasang puluhan ribu pompa air di berbagai daerah untuk menjaga produksi saat musim kering. Selain itu, optimalisasi lahan (oplah), khususnya di wilayah rawa, juga terus didorong sehingga frekuensi tanam meningkat dari satu atau dua kali menjadi hingga tiga kali dalam setahun.
Di sisi lain, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan perbaikan irigasi seluas 2 juta hektar dalam dua tahun, masing-masing 1 juta hektar per tahun.
Dari sisi stok, Amran mengungkapkan cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog saat ini mencapai 4,3 juta ton dan diperkirakan meningkat menjadi lebih dari 5 juta ton pada bulan depan.
Selain itu, stok beras di sektor hotel, restoran, kafe (horeka), serta rumah tangga mencapai sekitar 12,5 juta ton. Sementara tanaman yang sedang dalam masa pertumbuhan (standing crop) diperkirakan mencapai 11 juta ton.
“Kalau kita hitung, totalnya sekitar 27 juta ton. Itu cukup untuk kebutuhan hingga 10 bulan ke depan, bahkan tanpa memperhitungkan tambahan produksi,” kata Amran.
Menurut dia, selama periode El Nino, produksi beras diperkirakan tetap berjalan meskipun dalam kondisi minimal, yakni sekitar 2 juta ton per bulan. Dengan asumsi tersebut, dalam enam bulan masa kering akan tetap ada tambahan produksi sekitar 12 juta ton.
“Artinya ada overlap antara stok dan produksi. Jadi totalnya bisa menopang hingga sekitar 15 bulan ke depan. Ini yang membuat kita yakin harga akan tetap stabil,” ujarnya.
Dengan kondisi stok yang melimpah, pemerintah juga memastikan rencana ekspor beras tetap berjalan. “Ekspor tetap jalan,” tegas Amran.
Terkait target penyerapan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 4 juta ton tahun ini, Amran menilai hal tersebut tidak akan terganggu meskipun ada potensi penurunan produksi akibat kekeringan.
Saat ini, realisasi serapan telah mencapai 1,3 juta ton. Ia memperkirakan dalam waktu dekat angka tersebut bisa bertambah signifikan.
“Kalau bulan ini saja bisa tambah 1 juta ton, berarti sudah 2,3 juta ton. Tinggal sekitar 1 juta ton lagi. Dengan stok di masyarakat yang tinggi, itu sangat memungkinkan,” kata dia.
Amran menambahkan, tingginya stok beras di masyarakat justru menjadi indikator kuat bahwa pasokan nasional dalam kondisi aman.
“Di masyarakat tersedia sekitar 12,5 juta ton. Jadi kalau produksi tetap jalan, meskipun kita serap hanya sebagian, tetap aman,” ucapnya.
Awaluddin Marifatullah/Ter


