Harga beras medium di Lebak menjelang Natal dan tahun baru turun
Harga beras kualitas medium di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak, Banten, menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mengalami penurunan didukung pasokan beras lokal yang melimpah.
Harga beras kualitas medium di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak, Banten, menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mengalami penurunan, karena pasokan beras lokal melimpah. ANTARA/Mansur.
Harga beras kualitas medium di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak, Banten, menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mengalami penurunan didukung pasokan beras lokal yang melimpah.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Yani di Lebak, Minggu, menyatakan penurunan harga beras kualitas medium di tingkat pengecer rata-rata Rp250 per kilogram (kg).
Berdasarkan data Disperindag Kabupaten Lebak, Minggu, di tingkat pedagang eceran di sejumlah pasar tradisional, harga beras medium KW 1 turun dari Rp13.500 per kilogram (kg) menjadi Rp13.250 per kg, beras medium KW 2 Rp12.500 per kg menjadi Rp12.250 per kg, dan beras medium KW 3 Rp11.400 per kg menjadi Rp11.150 per kg.
Selain itu harga gula pasir putih turun dari Rp20.000 menjadi Rp18.000 per kg, minyak goreng kemasan Rp20.700 menjadi Rp20.500 per kemasan, Minyakita dari Rp17.700 menjadi Rp17.400 per liter dan minyak curah tanpa merk Rp17.500 menjadi Rp17.250 per liter.
Begitu pula harga daging sapi turun dari Rp144.500 per kg menjadi Rp144.300 per kg, daging kerbau Rp147.300 per kg menjadi Rp147.000 per kg dan telur Rp27.000 per kg menjadi Rp26.000 per kg.
Begitu juga bawang merah turun menjadi Rp 44.000 per kg dibandingkan sebelumnya Rp45.000 per kg dan bawang putih Rp42.000 per kg dari sebelumnya Rp43.500 per kg.
Namun, harga cabai merah keriting naik dari Rp46.500 per kg menjadi Rp 47.500 per kg, cabai hijau Rp40.000 per kg menjadi Rp 41.500 per kg, cabai merah besar Rp44.500 per kg menjadi Rp45.000 per kg, sedangkan cabai rawit hijau stabil Rp47.000 per kg.
Sementara itu, sejumlah bahan pokok lainnya relatif stabil, seperti telur Rp29.500 per kg, terigu Rp13.000 per kg dan daging unggas Rp36.500 per kg.
"Kami mengapresiasi ketersediaan kebutuhan bahan pokok jelang Natal dan tahun baru relatif stabil dan tidak terjadi lonjakan harga di pasaran," kata Yani.
Suryaman (50), seorang pedagang bahan pokok di Pasar Rangkasbitung Kabupaten Lebak, mengatakan turunnya harga bahan pokok tersebut, seperti beras karena pasokan beras lokal melimpah sehubungan di berbagai daerah memasuki musim panen.
"Kami meyakini menjelang Natal dan tahun baru relatif aman ketersediaan pangan, sehingga harga bahan pokok stabil dan tidak terjadi kenaikan signifikan," katanya.