ICDX catat perdagangan berjangka komoditi naik 96 persen di Q1 2026

Update: 2026-04-03 09:30 GMT

Logo Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI). ANTARA/HO-ICDX.

Indomie

Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mengungkapkan total notional value transaksi sepanjang kuartal I 2026 mencapai Rp12,48 kuadriliun, melonjak 96 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Direktur ICDX Nursalam menyatakan, volume transaksi sepanjang Januari-Maret 2026 juga meningkat 19 persen yoy menjadi 2,61 juta lot, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar volume transaksi 2,43 juta lot dengan notional value Rp6,36 kuadriliun.

“Catatan transaksi di kuartal I ini tentunya menjadi awal yang baik bagi industri perdagangan berjangka komoditi di tahun 2026. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem ini terus mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk menjadi salah satu alternatif investasi,” kata Nursalam dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ia menuturkan, dari total transaksi di kuartal I 2026 tersebut, transaksi multilateral tercatat sebesar 460.402 lot, meningkat 13 persen yoy dari 408.076 lot pada Januari-Maret 2025. Notional Value pada transaksi multilateral juga melonjak 233 persen yoy dari Rp33,1 triliun pada kuartal I 2025 menjadi Rp110,5 triliun di kuartal I tahun ini.

Sedangkan transaksi di sistem perdagangan alternatif mengalami pertumbuhan volume transaksi sebesar 6 persen yoy dari 2,03 juta lot di kuartal I 2025, menjadi 2,15 juta lot pada periode yang sama tahun ini. Notional value di transaksi sistem perdagangan alternatif sepanjang kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp12,37 kuadriliun, tumbuh 95 persen dibandingkan kuartal I tahun lalu senilai Rp6,33 kuadriliun.

Elshinta Peduli

Nursalam menyampaikan, pihaknya optimis pertumbuhan transaksi komoditi berjangka akan terus meningkat hingga mencapai 20 persen yoy pada akhir tahun ini dibandingkan pada 2025. Ia mengatakan, salah satu upaya untuk memperkuat pertumbuhan tersebut adalah dengan terus mendorong peningkatan transaksi multilateral yang dapat menjadi solusi bagi para pelaku usaha untuk melakukan lindung nilai atas komoditas.

“Saat ini di ICDX, untuk transaksi multilateral ini terdapat 3 komoditas yang menjadi basis kontrak berjangka, yaitu emas, mata uang, dan minyak mentah,” ujarnya.

Sepanjang 2025, total volume transaksi di ICDX tercatat sebesar 10,33 juta lot dengan notional value Rp31,99 kuadriliun. Dari total tersebut, transaksi multilateral tercatat sebanyak 2,35 juta lot dengan notional value sebesar Rp427,5 triliun, sedangkan transaksi sistem perdagangan alternatif tercatat sebanyak 7,98 juta lot dengan notional value sebesar Rp31,57 kuadriliun.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News