Menbud arahkan program majukan kebudayaan bermanfaat nyata dan terukur
Menteri Kebudayaan Fadli Zon melantik sejumlah pejabat, tekankan langkah strategis pemajuan kebudayaan di Plaza Insan Berprestasi, Kompleks Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Kamis (2/4/2026). ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengarahkan jajaran pejabat baru Kementerian Kebudayaan untuk memastikan seluruh eksekusi program pemajuan kebudayaan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas dan terukur.
"Pangkas prosedur yang tidak memberikan nilai tambah dan inefisiensi, perkuat efisiensi, koordinasi, percepat pengambilan keputusan yang berdampak nyata berdasarkan kompetensi dan integritas yang tinggi," ujar Fadli saat melantik 11 pejabat di lingkungan Kementerian Kebudayaan dikutip dari rilis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Fadli menekankan pentingnya membangun sinergi, baik di internal Kementerian Kebudayaan, maupun bersama para pemangku kepentingan, pegiat dan pelaku budaya juga ditekankan. Para pejabat yang baru dilantik diharapkan mampu menunjukkan kepemimpinan yang adaptif, efektif, dan profesional dalam menghadapi dinamika perubahan.
Fadli lebih jauh mengatakan Kementerian Kebudayaan menjadikan skema kerja sama dengan pihak non-pemerintah sebagai kunci untuk memperluas dukungan terhadap program pemajuan kebudayaan. Kerja sama itu harus sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan yang transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Menbud Fadli menyampaikan pentingnya penguatan empat pilar utama kebijakan kebudayaan, yakni internalisasi nilai pendidikan, ekonomi budaya, budaya sebagai diplomasi kekuatan lunak ("soft power diplomacy"), serta budaya sebagai kekuatan pengikat ("binding power") dalam mempererat persatuan bangsa.
Setiap hasil harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan serta memastikan efisiensi dimaknai sebagai upaya untuk mengoptimalkan sumber daya, bukan membatasi kinerja. Fadli juga mendorong kementerian mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan data dan aset budaya.
Upaya itu dinilai mempermudah akses informasi bagi masyarakat dan pelaku budaya. Dalam kesempatan itu, Fadli Zon melantik Yayuk Sri Budi Rahayu sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik serta Andi Syamsu Rijal sebagai Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi.
I Made Dharma Suteja menjabat Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual. Syukur Asih Suprojo menempati posisi Direktur Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan. Wawan Yogaswara menjabat Direktur Promosi Kebudayaan serta Irini Dewi Wanti sebagai Direktur Film, Musik, dan Seni.
Insan Abdirrohman menjabat Direktur Pengembangan Budaya Digital. Lita Rahmiati menjabat Sekretaris Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi. Agus Widiatmoko mengisi posisi Direktur Warisan Budaya. Undri menjabat Sekretaris Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan. Ibnu Hamad melengkapi jajaran sebagai Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi P-2 Kebudayaan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta meminta seluruh unit kerja bergerak dalam satu frekuensi yang sama. Ia menekankan keterkaitan antara kebudayaan dan peningkatan ekonomi rakyat di daerah. Program yang terarah diharapkan mampu meningkatkan pencapaian Indeks Pemajuan Kebudayaan secara nasional.
"Kekuatan organisasi ditentukan oleh kekompakan dan kecepatan. Kita harus memastikan seluruh program pemajuan kebudayaan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Bambang.
Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo menghadiri pelantikan tersebut bersama para pejabat di lingkungan Kementerian Kebudayaan.


