Irjen Kemenhaj : 1.458 calon PPIH 2026 digembleng fisik dan mental di Jakarta
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Mayjend TNI (Purn) Dendi Suryadi, S.H., M.H.
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Mayjend TNI (Purn) Dendi Suryadi, S.H., M.H., menegaskan komitmen pemerintah menghadirkan petugas haji yang profesional dan berintegritas.
Hal ini disampaikan dalam gladi bersih upacara pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 H / 2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (10/1/2026) malam.
Dendi menjelaskan bahwa pelatihan tahun ini dirancang lebih intensif untuk membentuk empat aspek utama pada diri petugas: fisik yang bugar, mental pelayan yang tangguh, kompetensi sesuai tupoksi, serta terbangunnya ikatan (bonding) antarpetugas.
Fisik dan Mental Jadi Prioritas Utama
Mengingat 90 persen ibadah haji merupakan aktivitas fisik, Dendi menekankan bahwa petugas harus memiliki ketahanan tubuh yang lebih kuat dibandingkan jemaah. Selain fisik, mental sebagai pelayan juga menjadi sorotan utama.
"Mentalnya memang siap untuk jadi pelayan. Petugas kan? Petugas," ujar Dendi di hadapan awak media.
Demi memperkuat disiplin dan kerja sama tim, Diklat tahun ini menerapkan metode Peraturan Baris Berbaris (PBB) selama satu minggu penuh pada tahap awal. Metode ini dinilai efektif untuk melatih kepatuhan terhadap instruksi dan membangun jiwa korsa.
Kolaborasi dengan TNI dan Polri
Penyelenggaraan haji tahun ini juga mencatatkan sejarah dengan keterlibatan aktif 179 personil TNI dan Polri yang bertugas sebagai fasilitator maupun pelatih. Langkah ini diambil untuk menularkan nilai-nilai disiplin, keberanian, dan semangat rela berkorban kepada para petugas haji.
"Ini bagian dari ikhtiar kita untuk menghadirkan petugas haji yang lebih profesional melalui nilai-nilai bagus dari organisasi TNI dan Polri," tambah Dendi.
Dendi juga mengingatkan para calon PPIH akan tantangan bekerja di wilayah otoritas negara lain, yakni Arab Saudi. Komunikasi yang baik sangat diperlukan, terutama saat berhadapan dengan petugas keamanan (Asykar) Arab Saudi yang dituntut tegas dalam mengatur jutaan jemaah dari seluruh dunia.
Terkait pelaksanaan ibadah bagi petugas yang belum berhaji, Dendi menyatakan bahwa mereka diberikan kesempatan untuk berhaji namun dengan tetap mengedepankan tugas. Petugas diwajibkan tetap mengenakan seragam saat wukuf di Arafah demi kelancaran pelayanan, meskipun hal tersebut berarti mereka harus membayar Dam atau denda karena tidak mengenakan kain ihram.
"Ada 5,4 juta jemaah yang mengantre, sementara Anda dapat bonus tambahan untuk bisa berhaji (sambil bertugas). Jadi harus komitmen," tegasnya.
Jadwal Diklat PPIH 2026
Sebelum kegiatan gladi bersih dimulai, sebanyak 1.458 calon PPIH telah melakukan registrasi sejak pukul 09.00 hingga 15.00 WIB pada Sabtu (10/1). Seluruh peserta akan menjalani rangkaian diklat intensif ini hingga tanggal 30 Januari 2026 mendatang di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Melalui masa pelatihan yang lebih panjang dari biasanya, diharapkan seluruh unsur petugas, mulai dari Kepala Daker hingga Kepala Regu, sudah saling mengenal dan solid sebelum diberangkatkan ke tanah suci.
Penulis: Bhery Hamzah/Ter


