Kakorlantas: One way nasional arus balik berbasis data, bisa diperpanjang

Arus balik diprediksi masih meningkat, rekayasa lalu lintas diterapkan fleksibel sesuai kondisi lapangan

Update: 2026-03-24 14:31 GMT
Indomie

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam pelepasan rekayasa lalu lintas one way nasional untuk arus balik Lebaran 2026.

Kebijakan ini diberlakukan mulai dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 70 Cikampek Utama, dan resmi dimulai melalui prosesi flag off di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2026) pukul 14.25 WIB.

Penerapan one way dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan arus balik yang diperkirakan masih akan meningkat dalam beberapa hari ke depan, seiring tingginya mobilitas masyarakat pascalibur Lebaran.

Irjen Agus menegaskan bahwa seluruh kebijakan lalu lintas tahun ini dijalankan berbasis data dan pemantauan kondisi lapangan secara real-time.

"One way nasional ini adalah langkah terukur berbasis data. Kami melihat potensi bangkitan arus yang sangat tinggi, sehingga harus dikelola sejak awal agar tidak terjadi penumpukan," kata Irjen Agus.

Berdasarkan analisis Korlantas, puncak arus mudik sebelumnya mencapai sekitar 270 ribu kendaraan per hari. Sementara itu, kendaraan yang kembali ke Jakarta baru sekitar 43 persen, sehingga potensi lonjakan arus balik masih cukup besar.

"Artinya, arus balik masih akan terus bergerak. Karena itu kami siapkan skenario rekayasa lalu lintas secara bertahap dan fleksibel," ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan one way tidak bersifat kaku dan dapat diperpanjang atau dihentikan sesuai kondisi di lapangan.

Elshinta Peduli

"Kalau arus masih tinggi, one way bisa kita perpanjang. Tapi kalau sudah landai, akan kita normalisasi. Semua berbasis kondisi real-time," jelasnya.

Selain pengaturan lalu lintas, masyarakat juga diimbau memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) agar tidak pulang secara bersamaan pada puncak arus balik.

"Manfaatkan kebijakan WFA ini dengan bijak. Masyarakat tidak perlu terburu-buru pulang secara bersamaan di puncak arus balik. Dengan memecah waktu kepulangan, perjalanan akan jauh lebih nyaman dan terhindar dari kemacetan panjang," imbau Irjen Agus.

Terkait keselamatan, Kakorlantas mengingatkan pemudik agar tidak menggunakan bahu jalan tol sebagai tempat beristirahat.

"Bahu jalan hanya untuk keadaan darurat, bukan untuk beristirahat atau tidur. Jika lelah, silakan menuju rest area terdekat atau keluar ke jalan arteri untuk mencari tempat istirahat yang aman. Berhenti di bahu jalan tol sangat berisiko memicu kecelakaan tabrak belakang dan menghambat arus kendaraan lain," tegasnya.

Masyarakat juga diminta menghindari perjalanan pada waktu yang sama untuk mencegah penumpukan kendaraan di jalur utama.

"Kami tidak hanya mengatur arus kendaraan, tapi memastikan setiap perjalanan kembali berlangsung aman sampai ke rumah," pungkasnya.


Rama Pamungkas

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News