Karaeng Marusu matangkan persiapan pesta adat `Katto Bokko`
Suasana geladi pesta adat Katto Bokko Kekaraengan Marusu yang dilakukan setelah panen di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. ANTARA/Suriani Mappong
Pemangku Adat Kekaraengan Marusu Abd Waris Karaeng Sioja bersama masyarakat setempat mematangkan berbagai persiapan untuk menyambut pesta adat Katto Bokko yang menjadi tradisi turun-temurun warga di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
*Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 4 April dalam dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat hingga generasi muda," kata Karaeng Sioja di Maros, Kamis.
Persiapan difokuskan pada sejumlah aspek penting, seperti penataan lokasi acara, penyediaan perlengkapan adat, serta koordinasi antarwarga yang akan terlibat dalam rangkaian kegiatan. Ia menegaskan pesta adat ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga bentuk pelestarian nilai budaya leluhur.
Masyarakat mulai menyiapkan berbagai kebutuhan ritual, termasuk hasil bumi yang akan digunakan dalam prosesi Katto Bokko. Tradisi ini dikenal sebagai simbol syukur atas hasil panen sekaligus doa untuk keberkahan di masa mendatang.
Katto Bokko memiliki makna mendalam karena mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, serta penghormatan terhadap alam. Oleh karena itu, kata dia, seluruh tahapan persiapan dilakukan dengan kehati-hatian dan mengikuti aturan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dalam proses persiapan, kaum perempuan turut berperan aktif, terutama menyiapkan hidangan tradisional yang akan disajikan kepada tamu dan masyarakat, sedangkan para pemuda dilibatkan dalam penataan lokasi dan pengamanan acara. Karaeng Marusu juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dan menjaga kekompakan demi kelancaran pelaksanaan pesta adat tersebut.
Ia berharap Katto Bokko tahun ini dapat berjalan lebih meriah dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal. Pemerintah setempat turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan acara ini sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah. Bahkan, Katto Bokko dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maros Suwardi Sawedi mengatakan pesta adat Katto Bokko ini menjadi kegiatan penting memperkuat identitas budaya sekaligus mempererat tali silaturahim antarwarga. Selain itu, berpotensi untuk meningkatkan kunjungan wisata ke daerah yang berjulukan "Butta Salewangan" ini.


