Kemenag percepat pemulihan 324 pesantren terdampak bencana Sumatera
Bantuan Rp3 miliar, beras, dan buku santri disalurkan, pemerintah pastikan proses belajar tetap berjalan meski bangunan rusak.
Kementerian Agama (Kemenag) mempercepat pemulihan 324 pesantren yang rusak akibat bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Pemerintah menyalurkan bantuan agar proses belajar santri tetap berjalan.
“Pemerintah bergerak cepat atas arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Agama dengan melakukan percepatan rekonstruksi pesantren pascabencana,” ujar Basnang Said, Rabu (14/1/2026).
Sebagai langkah awal, Direktorat Pesantren menyalurkan bantuan Rp3 miliar. Selain itu, bekerja sama dengan Asosiasi Mahath Ali menyalurkan tujuh ton beras dan mengganti buku santri yang rusak.
Basnang mencontohkan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang yang melindungi pemukiman warga dari hantaman kayu saat banjir. “Sekitar 300 santri semuanya selamat, meski air sempat mencapai lantai dua,” tambahnya.
Pemerintah menargetkan rekonstruksi fisik pesantren selesai Februari 2026. Kebijakan keringanan akademik juga diberikan agar santri tetap bisa belajar sambil menunggu perbaikan fasilitas.
Steffi Anastasia/mgg/Rama

