Kemensos perkuat manajemen ASN guru Sekolah Rakyat

Gus Ipul tekankan SKP sebagai instrumen manajemen kinerja guru Sekolah Rakyat untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas.

Update: 2026-02-26 14:50 GMT
Indomie

Kementerian Sosial menggelar kegiatan Percepatan Penyusunan SKP dan Penguatan Manajemen ASN bagi guru Sekolah Rakyat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Kamis (26/2/2026).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan kegiatan ini digelar untuk memperkuat kinerja guru-guru Sekolah Rakyat. “Tentang bagaimana mereka membuat pelaporan harian terkait perkembangan siswa Sekolah Rakyat dan diukur dampaknya ke depan,” ujarnya saat membuka pelatihan.

Gus Ipul menambahkan, pelatihan ini juga bertujuan membangun budaya kerja dan menegakkan integritas guru dalam melakukan segala hal secara profesional, baik saat diawasi maupun tidak.

Dalam kegiatan ini, Gus Ipul didampingi Sekretaris Jenderal Robben Rico memberikan arahan kepada 306 guru yang mewakili 166 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Pembukaan diisi dengan penayangan video inspiratif siswa Sekolah Rakyat.

Para guru tampak kagum menyaksikan anak-anak yang dulunya tidak tersentuh pendidikan kini mampu mengenyam mimpi di Sekolah Rakyat. Mereka diingatkan bahwa guru adalah perpanjangan tangan Presiden untuk membantu anak-anak dari keluarga miskin meraih mimpi.

Dalam arahannya, Gus Ipul menjelaskan latar belakang penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai pedoman bersama. Menurutnya, ini bagian dari upaya Presiden melaksanakan Pasal 34 UUD 1945.

Elshinta Peduli

“Mereka ada tapi tidak kelihatan, the invisible people itu ada di sekitar kita. Bapak Presiden mengajak bangsa ini menyisir mereka sebagai implementasi Pasal 34. Mari kita renungkan bersama,” ucap Gus Ipul.

“Itu titipan Tuhan kepada negara, negara titip ke kita. Ini adalah kesempatan dan tantangan,” lanjutnya.

Ia menegaskan pengelolaan Sekolah Rakyat tidak boleh biasa-biasa saja.

“Kita tidak sedang mengelola sekolah biasa, ini (Sekolah Rakyat) membangun jalan baru bagi anak-anak untuk keluar dari lingkaran ketidakberdayaan. Oleh karena itu tata kelola SR tidak boleh biasa saja.”

Gus Ipul kemudian mengaitkan konteks besar tersebut dengan pentingnya penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Ia menekankan SKP bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi instrumen manajemen kinerja yang menjamin profesionalisme guru Sekolah Rakyat.

“Tujuan besar Sekolah Rakyat itu jelas, memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas dan berkarakter. SKP yang disusun harus mampu menjawab, apa dampak, perubahan, kontribusi kerja harian terhadap tujuan besar tersebut,” tegasnya.

Gus Ipul memaparkan tiga hal penting bagi guru dalam menyusun SKP: pertama, memahami konteks besar Sekolah Rakyat sehingga SKP selaras dengan visi pendidikan. Kedua, SKP harus berbasis logika, mengikuti alur jelas dari proses harian, output, outcome siswa, hingga dampak jangka panjang. Ketiga, SKP harus terukur, dengan target tahunan, bulanan, dan harian yang konkrit.

Ia menambahkan, SKP memiliki tiga fungsi utama: sebagai kompas kinerja, alat kerja, serta pendorong disiplin dan akuntabilitas.

“Yang penting pahami tiga konteks ini dan bawa pulang pemahamannya,” pesan Gus Ipul kepada para guru.

Suwiryo

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News