Konflik global tekan pasar modal, Investor diminta waspada

Geopolitik memicu koreksi IHSG, analis sarankan pegang kas dan selektif.

Update: 2026-03-03 14:10 GMT

Ilustrasi AI

Indomie

Tekanan pasar modal meningkat akibat gejolak geopolitik global. Kenaikan harga minyak ikut memperberat kondisi pasar keuangan domestik.

Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI), David Sutyanto, mengatakan dampak konflik sudah terasa di pasar saham. Pasar modal sempat melemah lebih dari dua persen dalam beberapa hari terakhir.

“Begitu terjadi perang, risiko meningkat dan premi risiko ikut naik. Aset-aset berisiko seperti pasar modal akan tertekan, sementara safe haven seperti emas dan valuta asing cenderung lebih aman,” ungkapnya, dalam wawancara edisi siang Radio Elshinta, Selasa (3/3/2026).

David menjelaskan kenaikan harga minyak bisa memberi tekanan tambahan pada ekonomi nasional.

“Kalau harga minyak mengalami kenaikan, kita tidak bisa langsung membebankannya ke masyarakat karena akan menimbulkan shock. Pemerintah harus menyiapkan buffer, termasuk potensi subsidi,” ujar David.

Meski tertekan, tidak semua sektor melemah. Sektor energi justru mencatat penguatan dalam beberapa hari terakhir.

“Memang pasar modal kita sedang dalam tekanan, tapi ada sektor-sektor yang justru diuntungkan. Sektor energi dalam beberapa hari terakhir cenderung menguat,” jelasnya.

Ia menilai manajemen risiko menjadi kunci dalam kondisi seperti ini.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana investor bisa mengelola risiko secara rasional agar potensi kerugian bisa ditekan,” ujarnya.

David menegaskan keputusan beli atau jual saham harus melihat prospek ke depan.

Elshinta Peduli

“Buy atau sell itu sangat tergantung pada apa yang kita lihat ke depan. Pasar saat ini jauh lebih mudah tertekan dibandingkan naik, jadi manajemen risiko harus diperketat,” kata David.

Ia menilai belum terlihat gejala panic selling di pasar.

“Kalau panic selling terjadi, biasanya semua sektor ikut tertekan. Tapi sekarang tidak demikian. Investor kita sudah lebih dewasa dan rasional,” katanya.

Bagi investor pemula dan konservatif, ia menyarankan sebagian dana disimpan dalam bentuk kas.

“Cash itu penting supaya kita punya fleksibilitas masuk ke sektor yang berpotensi diuntungkan, seperti energi dan komoditas, kalau eskalasi konflik meningkat,” ujarnya.

David mengingatkan investor terus memantau perkembangan dan durasi konflik global.

Clara Hanna Rosmerima Pasaribu/Rama

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News