Korban tewas banjir bandang Pulau Siau bertambah jadi 14 orang
Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang yang menerjang Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, bertambah menjadi 14 orang.
Bencana terjadi, Senin (5/1/2026), sekitar pukul 02.30 WITA, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama. Tiga kecamatan terdampak yakni Siau Timur, Siau Timur Selatan, dan Siau Barat.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, Ida Bagus Ngurah Asrama, mengatakan hingga saat ini masih terdapat empat korban yang dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Dengan demikian, total korban yang ditemukan meninggal dunia dan yang masih dalam pencarian berjumlah 18 orang. Sementara itu, sekitar 25 orang dilaporkan mengalami luka-luka, mulai dari luka ringan hingga patah tulang, dan sebagian korban luka berat telah dirujuk ke rumah sakit di Manado.
“Dalam pendataan sementara, korban meninggal dunia yang sudah teridentifikasi berjumlah 14 orang, sementara empat lainnya masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan saat ini terus fokus melakukan pencarian di lokasi terdampak,” kata Ida Bagus Ngurah Asrama dalam wawancara bersama Radio Elshinta edisi pagi, Selasa (6/1/2026).
Ia menambahkan, hampir 100 warga terdampak kini berada di tenda-tenda pengungsian yang dikelola BPBD setempat. Proses evakuasi dan pencarian menghadapi kendala berupa akses jalan yang tertutup material longsoran berupa batu-batu besar dan kayu.
Meski demikian, tim SAR gabungan yang melibatkan sekitar 400 personel dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan unsur masyarakat terus bergerak di lapangan.
“Kendala utama saat ini adalah kondisi cuaca dan akses jalan yang masih tertutup material banjir bandang. Namun seluruh unsur tetap bekerja maksimal agar korban yang masih hilang dapat segera ditemukan,” ujarnya.
Demi mempercepat penanganan darurat, sejumlah alat berat telah dikerahkan, termasuk tambahan yang didatangkan dari Manado melalui jalur laut. Akses menuju Pulau Siau harus ditempuh menggunakan kapal dengan jarak sekitar 80 mil laut atau waktu perjalanan enam hingga sepuluh jam. Tim SAR berharap cuaca tetap bersahabat agar proses pencarian dapat berjalan lebih efektif.
Penulis: Sukma Salsabila/Ter


