Layangan naga raksasa di Festival Balon Udara Kembaran Wonosobo

Update: 2026-03-24 16:10 GMT
Indomie

Tradisi penerbangan balon udara tradisional di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, kembali digelar dengan meriah. Tahun ini, ajang Kembaran Balon Culture Festival (KBCF) yang berlangsung di Stadion Ronggolawe, Desa Kembaran, Kecamatan Kalikajar, terasa istimewa karena menandai 25 tahun pelaksanaan tradisi ini secara terpusat.

Ketua Panitia KBCF, Yanuar Ardiansyah mengungkapkan pada festival balon kali ini diterbangkan balon raksasa bermotif indah dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah. Menurut pria yang akrab disapa Yayan ini, tradisi balon udara di Desa Kembaran sejatinya memiliki sejarah panjang sejak era 1965-an.

"Saat itu, warga menerbangkan balon secara terpisah di masing-masing wilayah. Namun, sejak 25 tahun lalu, kegiatan ini disatukan dalam satu wadah untuk mempererat kekompakan warga" ujar pria yang akrab disapa Yayan, Selasa (24/3/2026).

Lebih lanjut, Yayan menuturkan KBCF tahun ini juga dimeriahkan dengan festival kostum dan penerbangan layangan naga raksasa. Inovasi ini dilakukan untuk menarik minat wisatawan yang lebih luas.

"Terbukti, acara ini tidak hanya disaksikan oleh warga lokal, tetapi juga wisatawan dari luar Pulau Jawa, bahkan turut diliput oleh sejumlah media internasional," jelas Yayan.

Tidak hanya itu, sebagai bentuk rasa syukur atas pencapaian tersebut, panitia menggelar prosesi tasyakuran dengan pemotongan 25 tumpeng.

"Ini adalah simbol kebersamaan dan wujud nguri-uri (merawat) adat istiadat. Tasyakuran ini dilanjutkan dengan makan bersama antara panitia, peserta, penonton, dan seluruh elemen yang hadir," tambah pengusaha muda asal Wonosobo tersebut.

Elshinta Peduli

Kesuksesan dan kemeriahan KBCF tentu tidak lepas dari kerja keras dan kemandirian panitia. Sekretaris Desa Kembaran sekaligus salah satu penggerak acara, Ady Setyawan, menuturkan bahwa dedikasi panitia sangat tinggi selama empat hari penyelenggaraan festival.

"Teman-teman panitia sangat kompak tanpa kepentingan pribadi. Selama empat hari event ini, kami bekerja bergantian siang dan malam. Bahkan, aktivitas persiapan sudah kami mulai pukul 02.00 dini hari setiap harinya," ungkap Ady.

Lebih lanjut Ady mengungkapkan rangkaian acara pun tidak hanya berpusat pada pagi hari. Pada malam Lebaran, panitia juga sukses menyelenggarakan pesta lampion, karnaval obor, dan pesta kembang api.

"Meski menguras tenaga, seluruh rasa lelah panitia terbayar lunas melihat "lautan manusia" yang memadati desa kembaran karena tingginya antusiasme pengunjung" tutur Ady kepada media.

Ady menyampaikan kegiatan ini membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat setempat.

"Sirkulasi dan perputaran ekonomi di desa kami mengalami peningkatan berlipat-lipat saat event berlangsung," jelas Sekdes muda ini.

Ady pun menghimbau bagi masyarakat maupun wisatawan yang belum sempat menyaksikan kemeriahan KBCF, karena pelaksanaan festival balon di desa Kembaran baru berakhir, Rabu (25/3/2026).

"Masyarakat dan wisatawan tidak perlu khawatir. Puncak sekaligus hari terakhir festival balon udara ini akan dilangsungkan esok hari, Rabu (25/3). Masyarakat diundang untuk datang dan merasakan langsung sensasi keindahan budaya khas Wonosobo ini,” pungkas Ady.

Yuniar Kustanto/Ter

Elshinta Peduli

Similar News