Menhaj inisiasi Beras Haji Nusantara untuk konsumsi Jemaah Haji 2026

Update: 2026-02-10 06:40 GMT

Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan dalam Rakortas, di Jakarta, Senin (9/2/2026)

Elshinta Peduli

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, resmi memperkenalkan program Beras Haji Nusantara sebagai langkah strategis memenuhi kebutuhan pangan jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M. Program ini bertujuan memastikan jemaah mendapatkan asupan berkualitas sekaligus memberdayakan produk dalam negeri.

Menhaj mengungkapkan bahwa total kebutuhan beras untuk 205.420 jemaah reguler dan petugas mencapai 2.280 ton. Kebutuhan tersebut mencakup total 111 kali makan selama jemaah berada di Makkah, Madinah, hingga wilayah Armuzna.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap butir nasi yang dikonsumsi jemaah haji kita memiliki kualitas terbaik dan cita rasa nusantara,” ujar Menhaj yang akrab disapa Gus Irfan, saat memberikan paparan pada Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Pemerintah mendorong penggunaan beras dengan spesifikasi premium, long grain, dengan tingkat pecahan (broken) maksimal 5 persen. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyukseskan penyelenggaraan haji yang ramah jemaah melalui penyajian menu yang akrab dengan lidah masyarakat Indonesia.

“Oleh karena itu, kami mendorong penggunaan Beras Haji Nusantara dengan spesifikasi premium, long grain, dan tingkat pecahan (broken) maksimal 5%,” tambah Menhaj menjelaskan standar kualitas yang ditetapkan.

Terkait harga, pemerintah menargetkan efisiensi agar Beras Haji Nusantara bisa menyentuh angka Rp16.000 per kg di dapur penyedia layanan. Angka ini lebih kompetitif dibandingkan harga pasar beras komoditas negara lain di Arab Saudi yang mencapai sekitar 150 SAR per 40 kg atau setara Rp16.824 per kg.

Elshinta Peduli

“Nantinya pemerintah pun akan menetapkan harga yang kompetitif agar bisa diterima oleh ekosistem dapur di Saudi,” tandas Gus Irfan mengenai strategi distribusi di Tanah Suci.

Dalam pelaksanaannya, jemaah akan mendapatkan porsi nasi seberat 170 gram setiap makan, didampingi lauk pauk dan sayuran yang bergizi. Langkah ini selaras dengan komitmen Kemenhaj untuk memberikan pelayanan konsumsi yang standar dan merata bagi seluruh jemaah, termasuk lansia dan disabilitas.

“Untuk menyukseskan rencana ini, kami akan segera melakukan beberapa langkah konkret, antara lain membentuk Pokja Beras Haji Nusantara lintas Kementerian/Lembaga,” tegas Menhaj.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan konsumsi bagi jemaah di bawah payung Tri Sukses Haji, tetapi juga menjadi etalase bagi produk unggulan pertanian Indonesia untuk dikenal di kancah internasional.

Bagi jemaah calon haji, menjaga pola makan dengan mengonsumsi nasi berkualitas nusantara sangat penting untuk menjaga energi selama ibadah. Pastikan jemaah selalu mengonsumsi jatah katering tepat waktu agar kondisi fisik tetap prima selama di Tanah Suci.

MCH 2026/Humas Kemenhaj/Ber/Ter

Elshinta Peduli

Similar News