Menkum: Capaian jumlah indikasi geografis di ASEAN bukti sinergi

Update: 2025-11-29 07:20 GMT

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas dalam acara "Peacemaker Justice Award 2025" di Jakarta, Rabu (26/11/2025). ANTARA/Agatha Olivia Victoria

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengatakan capaian peringkat tertinggi se-ASEAN bagi Indonesia untuk jumlah indikasi geografis terdaftar berdasarkan data ASEAN IP Register per 27 November 2025 menunjukkan bukti sinergi pemerintah pusat, daerah, hingga asosiasi atau Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG).

Berdasarkan laman ASEAN IP Register, Indonesia menjadi negara nomor satu untuk aspek indikasi geografis, yakni berjumlah 261. Sementara posisi kedua ditempati Thailand dengan jumlah 257 indikasi geografis.

"Capaian ini menunjukkan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat dalam memperkuat ekosistem kekayaan intelektual berbasis komunitas," ujar Menkum dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Selain itu, Menkum mengatakan capaian tersebut mengukuhkan komitmen pemerintah untuk memberikan perlindungan terhadap produk khas yang menjadi keunggulan pada setiap daerah di Indonesia.

"Indikasi geografis saat ini telah menjadi instrumen penting dalam mengangkat potensi lokal ke level internasional. Ini merupakan bukti bahwa produk-produk asli daerah memiliki nilai ekonomi yang kuat ketika dilindungi dan dikelola dengan baik," katanya.

Supratman meyakini masih banyak lagi produk-produk khas daerah yang dapat berpotensi dilindungi untuk aspek indikasi geografisnya, terlebih Indonesia menjadi salah satu negara dengan megabiodiversitas terbesar di dunia atau keanekaragaman hayati yang sangat besar dan melimpah.

"Perlindungannya dapat menjadi strategi dalam meningkatkan daya saing produk lokal sebagai sumber peningkatan ekonomi di daerah," ujarnya.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkum Hermansyah Siregar mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan dan memperkuat layanan maupun pendampingan bagi pendaftaran indikasi geografis, terutama terhadap daerah-daerah yang belum banyak tereksplorasi, sekaligus guna memastikan keberlanjutan sistem pelindungan dan pengawasan produk terdaftar.

"Saya berharap Indonesia tidak hanya memimpin dari sisi jumlah seperti saat ini, tetapi juga menjadi yang terbaik dalam tata kelola, pemberdayaan masyarakat, dan pemanfaatan ekonomi dari Indikasi Geografis. Ini bagian dari upaya kami menjadikan kekayaan intelektual sebagai penggerak ekonomi nasional," ujar Hermansyah.

Tags:    

Similar News