Menteri Arifah berduka siswa tewas dalam bentrokan pelajar di Bandung

Update: 2026-03-17 08:20 GMT

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. ANTARA/HO-KemenPPPA

Indomie

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang pelajar dalam peristiwa bentrokan antar-pelajar di Kota Bandung, Jawa Barat.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Anak-anak seharusnya tumbuh dan berinteraksi dalam lingkungan yang aman dan kondusif," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, kejadian nahas ini menjadi pengingat bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah.

Tim Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA 129) telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Bandung untuk memperoleh informasi awal serta memastikan langkah penanganan terhadap keluarga korban.

Sebagai bagian dari penanganan awal, lanjutnya, UPTD PPA Kota Bandung telah melakukan kunjungan takziah ke keluarga korban pada Minggu (15/3).

"Pendampingan lanjutan akan dilakukan setelah kondisi keluarga memungkinkan. UPTD PPA Kota Bandung saat ini terus berkoordinasi dengan Unit Tipiter Polrestabes Bandung untuk memperoleh informasi perkembangan kasus," kata Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi.

Polsek Coblong dan Polrestabes Bandung masih menyelidiki kasus ini, termasuk dugaan adanya penganiayaan terhadap korban. Sebelumnya FA (17), pelajar kelas XI, meninggal dunia di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/3) malam. Korban diduga terlibat bentrokan dengan sekelompok pelajar setelah kegiatan buka puasa bersama.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News