Pasar Induk Kramat Jati libatkan tim independen cek struktur gedung
Manajemen Pasar Induk Kramat Jati melibatkan tim independen untuk mengecek dan mengkaji keseluruhan struktur gedung sebelum mengambil keputusan terkait renovasi ratusan kios di kawasan Los Buah Blok C2 yang terbakar sebelumnya.
"Terhadap lokasi blok C2 yang terbakar itu memang sedang kita lakukan pengkajian terlebih dahulu bersama pihak independen, baik itu struktur dan sebagainya," kata Manager Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat.
Dia menyebutkan pihaknya belum mengambil keputusan terkait pembangunan ulang gedung tersebut.
Saat ini, manajemen pasar masih fokus melakukan kajian menyeluruh terhadap kondisi gedung, khususnya struktur bangunan yang terdampak kebakaran.
"Dari hasil kajian itu, nanti baru kita tentukan langkah-langkah berikutnya terhadap bangunan di lokasi tersebut," ujar Agus.
Proses pemeriksaan dilakukan secara serius dengan melibatkan pihak independen agar hasil kajian bersifat objektif dan akurat.
Menurut Agus, pemeriksaan itu bertujuan mengetahui jika bangunan pasar masih layak digunakan dalam jangka panjang.
"Kami telah melibatkan teman-teman dari pihak independen untuk melakukan pengetesan struktur bangunan, apakah bangunan pasar ini masih cukup layak untuk digunakan puluhan tahun ke depan atau tidak," jelas Agus.
Selain itu, dia menegaskan hasil pemeriksaan struktur tersebut juga menjadi dasar pengambilan keputusan jika Blok C2 akan direvitalisasi atau justru dibangun ulang secara total.
"Dari hasil itu, nanti akan kita tentukan langkah selanjutnya, apakah akan dilakukan revitalisasi atau pembangunan secara total," tegas Agus.
Proses pengecekan struktur oleh tim independen baru dimulai pada awal pekan ini. Dia pun berharap, hasil kajian tersebut dapat segera keluar sehingga arah penanganan Blok C2 dapat ditetapkan secepatnya.
"Baru kemarin, tepatnya hari Senin (5/1) dilakukan pengecekan struktur. Kita berharap dari hasil itulah bisa ditentukan apakah bangunan ini masih cukup layak atau tidak untuk dilakukan revitalisasi," ucap Agus.
Sampai dengan saat ini, pengelola Pasar Induk Kramat Jati terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan pascakebakaran berjalan optimal, baik dari sisi keselamatan bangunan maupun keberlangsungan aktivitas ekonomi para pedagang.
Agus memastikan aktivitas perdagangan tetap berjalan pascakebakaran yang melanda Blok C2.
Para pedagang yang terdampak juga telah direlokasi ke tempat penampungan sementara dan kembali berjualan.
"Alhamdulillah, pedagang telah kita lakukan relokasi dan telah menempati tempat penampungan yang baru. Saat ini, mereka sudah aktif berjualan kembali," ucap Agus.
Seperti diketahui, sebanyak 350 kios di Pasar Induk Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, hangus terbakar pada 15 Desember 2025.
Kebakaran itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 07.15 WIB, dan menghanguskan ratusan kios di kawasan Los Buah Blok C2.
Kebakaran yang terjadi di area los buah itu sempat menimbulkan kepanikan di kalangan pedagang.
Namun berkat kesigapan petugas pemadam kebakaran dan sistem pengamanan internal pasar, api dapat dikendalikan dalam waktu kurang dari satu jam.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur menerjunkan 95 personel untuk memadamkan kebakaran tersebut.
Sebanyak 19 unit mobil pemadam kebakaran, yang terdiri dari 16 unit dari Jakarta Timur, dua unit bantuan dari dinas, serta satu unit tambahan dari wilayah Jakarta Selatan, dikerahkan ke lokasi kejadian.
Seluruh unit tersebut didukung oleh personel gabungan yang fokus melakukan pemadaman, pengamanan area, serta pengendalian agar api tidak menjalar ke kios lain.
Proses pendinginan dimulai pada pukul 08.20 WIB dan melibatkan sejumlah personel yang menyisir area kios terdampak, termasuk bagian atap dan sela-sela bangunan pasar.
Petugas juga melakukan penguraian material yang terbakar untuk mempercepat proses pendinginan.


