Pemkab Pasaman Barat salurkan bantuan 7,84 ton beras ke korban banjir
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), mempercepat pendistribusian beras dan kebutuhan lainnya kepada warga terdampak bencana alam.
Bupati Pasaman Barat Yulianto didampingi Wakil Bupati M Ihpan dan Ketua TP PKK Ny. Sifrowati Yulianto dan Ketua DW Ny. Erisa Doddy San Ismail saat menyerahkan bantuan beras ke Nagari Desa Baru Kecamatan Ranan Batahan untuk warga terdampak banjir, Minggu (30/11/2025). ANTARA/Altas Maulana.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), mempercepat pendistribusian beras dan kebutuhan lainnya kepada warga terdampak bencana alam di enam nagari (desa) bagian utara daerah itu pada Minggu.
"Kita secara maraton membagikan logistik berupa beras dan sembako jenis lainnya dengan cepat kepada warga terdampak bencana alam. Kita ingin pastikan warga tidak ada yang kesulitan dalam hal logistik," kata Bupati Pasaman Barat Yulianto didampingi Wakil Bupati M.Ihpan saat mengunjungi korban banjir di Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Minggu
Hari ini pihaknya membawa dan menyerahkan beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebanyak 7,84 ton atau 7.841.75 kilogram.
Enam lokasi yang dikunjungi dan diberikan bantuan yakni Nagari Aia Gadang Barat di Kecamatan Pasaman sebanyak 2,27 ton atau 2.278,5 kilogram, Nagari Koto Sawah Ujung Gading di Kecamatan Lembah Melintang sebanyak 1,28 ton atau 1.282,75 kilogram, dan Nagari Pematang Panjang sebanyak 171,5 kilogram.
Lalu Nagari Air Bangis di Kecamatan Sungai Beremas sebanyak 490 kilogram, Nagari Desa Baru Barat di Kecamatan Ranah Batahan sebanyak 1 52 ton atau 1.527,75 kilogram, dan Nagari Desa Baru di Kecamatan Ranan Batahan sebanyak 2,09 ton atau 2.091,25 kilogram.
Bupati mengimbau agar warga terdampak bencana alam agar tetap meningkatkan kewaspadaan dengan cuaca ekstrem saat ini.
"Kita secara bersama-sama langsung mengunjungi warga terdampak bencana alam, termasuk ke tempat pengungsian yang ada," katanya.
Bupati telah menginstruksikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bersama-sama membantu penanganan korban bencana alam. Selain itu juga bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam penanggulangan bencana dan mendistribusikan logistik.
Data BPBD Pasaman Barat hingga Minggu (30/11) siang, ada 4.292 jiwa atau 1.198 Kepala Keluarga (KK) masih mengungsi, sebanyak 13.281 KK terdampak atau jiwa 54.844 jiwa, serta satu orang meninggal dunia, 26 fasilitas pendidikan rusak, satu perkantoran, satu titik bendungan jembatan rusak, dan 534 hektare lahan pertanian terdampak.