Pemkot Bandung siagakan 2.266 petugas kebersihan saat libur Lebaran
Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Bandung menyiagakan sebanyak 2.266 petugas kebersihan selama periode libur Lebaran 2026 guna menjaga kebersihan kota di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.
Petugas kebersihan saat melakukan pembersihan terhadap sampah sisa Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapang Lodaya, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/3/2026). ANTARA/Rubby Jovan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Bandung menyiagakan sebanyak 2.266 petugas kebersihan selama periode libur Lebaran 2026 guna menjaga kebersihan kota di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung Darto mengatakan, pengelolaan sampah selama Lebaran dilakukan dengan skema khusus, salah satunya penghentian sementara pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti.
“Ribuan petugas tersebut disebar di 263 titik pantau yang mencakup pasar, ruas jalan utama, hingga pusat keramaian,” kata Darto di Bandung, Senin.
Meskipun pengangkutan dihentikan sementara, DLH tetap melakukan pemantauan intensif di berbagai titik untuk memastikan kondisi kota tetap bersih dan terkendali.
Dari total personel yang dikerahkan, sebanyak 926 petugas bertugas pada H-1, 211 petugas saat Hari H, 640 petugas pada H+1, dan 1.025 petugas pada H+2 Lebaran.
“Selain itu, ratusan armada pendukung juga disiagakan, mulai dari truk pengangkut, kendaraan operasional, hingga alat berat guna mendukung penanganan sampah,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pengendalian sampah selama periode Lebaran.
“Petugas kita ribuan, tetapi tetap tidak akan cukup tanpa peran warga. Percuma kalau masyarakat tidak ikut mengurangi dan memilah sampah dari rumah,” ujarnya.
Ia mengajak warga untuk memisahkan sampah organik dan nonorganik sejak dari sumbernya agar pengelolaan dapat berjalan lebih optimal.
Selain itu, Pemkot Bandung juga melakukan pengawasan langsung di sejumlah titik rawan timbulan sampah, termasuk kawasan pasar seperti Pasar Kiaracondong.
Farhan menambahkan, pihaknya juga menata keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan hingga ke badan jalan guna menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
“Kami mendukung ekonomi kerakyatan, namun jangan sampai mengganggu jalan. Ketertiban tetap yang utama,” katanya.


