Pengamat: Konflik Iran vs Amerika-Israel tekan ekonomi RI

Gangguan Selat Hormuz dinilai picu kenaikan harga impor dan inflasi.

Update: 2026-03-03 15:40 GMT

Ilustrasi. Sumber: Antara

Indomie

Konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat dinilai bisa menekan ekonomi RI. Risiko utama datang dari potensi gangguan Selat Hormuz.

Guru Besar FEB UIN Jakarta, Mohammad Nur Rianto Al Arif, mengatakan jalur itu sangat penting bagi perdagangan dunia. Jika terganggu, biaya logistik global akan naik.

Kenaikan biaya logistik dapat membuat harga barang impor ke Indonesia lebih mahal. Kondisi itu berisiko memicu inflasi.

“Dan ketika itu terganggu, tentu efeknya pasti akan berdampak kepada biaya logistik,” terang Mohammad Nur saat diwawancarai di Radio Elshinta, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar industri RI masih bergantung pada bahan baku impor. Jika distribusi tersendat, harga produksi ikut terdorong naik.

Menurutnya, sektor industri saat ini juga diliputi ketidakpastian. Banyak pelaku usaha memilih menunggu perkembangan situasi global.

Ia menyinggung kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat yang masih dalam tahap implementasi. Industri belum sepenuhnya bergerak karena masih mencermati arah kebijakan.

“Sehingga memang kemudian kalau kita bilang apa yang harus diantisipasi oleh pemerintah, tentu ya paling mencari adalah sumber pasokan-pasokan barang dari negara yang mungkin di luar yang selama ini kita bisa pasok,” ujar Mohammad Nur.

Ia menilai pemerintah perlu segera mencari alternatif sumber impor. Diversifikasi pasokan penting untuk menjaga stabilitas harga.

Langkah antisipatif dibutuhkan agar dampak konflik Iran terhadap ekonomi RI tidak semakin dalam. Ketahanan industri dalam negeri juga perlu diperkuat.


Stefi Anastasia/Rama

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News