Pengamat: Sistem politik Iran stabil, tak ada tanda ganti rezim

Institusi negara dinilai tetap berjalan, spekulasi ganti rezim Iran dianggap tidak berdasar.

Update: 2026-03-03 15:30 GMT

Ilustrasi: Antara

Indomie

Pengamat menilai sistem politik Iran tetap stabil meski konflik Amerika Serikat-Israel vs Iran memanas.

Dosen Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman, menyebut tidak ada indikasi perubahan rezim di Iran. Menurut Dina, hingga kini seluruh sistem pemerintahan Iran masih berjalan normal.

“Nah, kemudian terkait penggantian, sistem politik di Iran sampai hari ini itu stabil gitu ya. Jadi indikasi atau indikator adanya perubahan rezim itu sama sekali nggak muncul,” terang Dina saat diwawancarai di Radio Elshinta, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, dalam kasus penggulingan rezim di negara lain, institusi pemerintah biasanya kolaps dan tidak lagi berfungsi. Bahkan, kata dia, biasanya muncul pernyataan resmi pengambilalihan kekuasaan.

Namun kondisi tersebut tidak terjadi di Iran.

“Nah itu di Iran nggak. Sistem semuanya berjalan dan mekanisme penggantian pemimpin tertinggi ini juga sudah berjalan ya saat ini dipegang oleh caretaker yang terdiri dari presiden, ulama, dan ketua lembaga peradilan,” ujar Dina.

Dina menegaskan, selama institusi negara tetap berjalan dan mekanisme konstitusional berfungsi, isu perubahan rezim tidak memiliki dasar kuat.

Ia menilai stabilitas kelembagaan menjadi bukti sistem politik Iran tetap kokoh di tengah tekanan konflik

Stefi Anastasia/Rama

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News