Percepat jalur ganda Wonokromo-Sepanjang, BTP Surabaya fasilitasi perdamaian warga
Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya menginisiasi penandatanganan akta perdamaian antara warga Pagesangan Asri dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Selasa (6/1/2026). Langkah ini diambil guna mempercepat proses pengadaan tanah untuk pembangunan jalur ganda (double track) kereta api lintas selatan Jawa petak Wonokromo-Sepanjang.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya tersebut diikuti oleh 39 warga yang terdampak rencana pembangunan di segmen tersebut. Penandatanganan ini juga disaksikan oleh perwakilan Kantor Pertanahan Surabaya 1, otoritas kecamatan, kelurahan, serta notaris.
Kepala BTP Surabaya, Denny Michels Adlan, mengungkapkan bahwa inisiasi akta perdamaian ini merupakan upaya konkret untuk mengakhiri sengketa lahan yang telah berlangsung cukup lama.
"Bahkan sudah satu tahun yang lalu warga Pagesangan menemui saya di kantor. Kami terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait agar masalah ini dapat segera terselesaikan. Meskipun posisi kami sebagai pihak pengguna, BTP Surabaya berkomitmen menginisiasi proses ini agar pengadaan tanah berjalan maksimal," ujar Denny di sela kegiatan, Selasa (6/1).
Sebagai informasi, pembangunan jalur ganda lintas Surabaya-Solo-Jakarta saat ini menyisakan segmen Wonokromo-Sepanjang sepanjang 7 kilometer. Kendala utama penyelesaian proyek ini terletak pada 39 bidang tanah di kawasan Pagesangan Asri yang sempat mengalami saling klaim kepemilikan antara warga dan Pemkot Surabaya.
Dengan adanya akta perdamaian ini, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri sengketa. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses pencairan dana konsinyasi yang saat ini tengah diproses di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.
Kepala BPKAD Kota Surabaya, Yuniarto Basuki Rachmad, beserta Camat Jambangan dan Lurah Pagesangan turut hadir memberikan dukungan atas tercapainya kesepakatan ini. Jika proses pengadaan tanah ini rampung dalam waktu dekat, proyek strategis nasional jalur ganda tersebut dapat segera dioperasikan secara penuh untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi transportasi kereta api di Pulau Jawa. (Dwi/Ter)


