PHE jajaki kemitraan global di ajang OTC Asia 2026 Kuala Lumpur

Melalui ajang industri lepas pantai terbesar di Asia, PHE menampilkan teknologi hulu migas dan strategi operasional di tengah transisi energi.

Update: 2026-04-02 16:18 GMT
Indomie

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berpartisipasi dalam ajang Offshore Technology Conference (OTC) Asia 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, 31 Maret hingga 2 April 2026.

Dalam forum industri lepas pantai ini, Subholding Upstream Pertamina tersebut membawa tema "Maximizing Legacy Business for Energy Resilience". Kehadiran PHE bertujuan untuk menunjukkan optimalisasi aset hulu migas dan pengembangan inovasi di sektor energi.

PHE hadir bersama sejumlah anak perusahaan dan afiliasinya, antara lain PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), serta PT Elnusa Tbk. Sinergi ini mencakup aspek eksplorasi, produksi, hingga jasa penunjang energi secara terintegrasi.

Sepanjang acara, PHE menggelar rangkaian presentasi bisnis yang memaparkan kapabilitas teknologi, kinerja operasional, serta strategi pengembangan bisnis hulu migas. Forum ini juga dimanfaatkan perusahaan untuk membuka potensi kemitraan internasional.

Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi, Hermansyah Y Nasroen, menjelaskan bahwa partisipasi dalam OTC Asia merupakan langkah perusahaan untuk memperkuat daya saing di tingkat global.

"Keikutsertaan PHE dalam OTC Asia 2026 merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat peran sebagai perusahaan hulu migas yang kompetitif di tingkat global. Melalui forum ini, kami ingin menunjukkan kapabilitas PHE dalam mengelola aset hulu migas secara andal, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan energi," ujar Hermansyah dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Elshinta Peduli

Selain fokus pada aspek teknis dan bisnis, booth PHE juga menampilkan sisi non-operasional melalui pertunjukan alat musik tradisional Sasando serta pameran produk kerajinan lokal hasil mitra binaan UMKM.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan identitas nasional serta mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat di luar bisnis inti perusahaan.

Dalam operasionalnya, PHE menyatakan komitmen untuk tetap berinvestasi pada pengelolaan bisnis hulu migas yang sesuai dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Perusahaan juga menekankan penerapan kebijakan Zero Tolerance on Bribery melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang terstandardisasi ISO 37001:2016 untuk mencegah praktik kecurangan dan penyuapan dalam lingkungan kerja.

Melalui keikutsertaan di OTC Asia 2026, PHE berupaya memperkuat posisi industri hulu migas regional sekaligus mendukung ketahanan serta keberlanjutan energi nasional.

Dwi Iswanto/Rama

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News