Prabowo kumpulkan Rektor se-Indonesia di Istana, ini agenda

Diskusi Presiden Prabowo dengan 1.200 pimpinan perguruan tinggi membahas arah pendidikan, geopolitik, dan rencana besar pembangunan nasional.

Update: 2026-01-15 06:34 GMT

Sumbet Foto: Rizki Rian Saputra

Elshinta Peduli

Presiden Prabowo Diskusi dengan Pimpinan Perguruan Tinggi di Istana Negara

Presiden Prabowo Subianto menggelar diskusi dengan pimpinan perguruan tinggi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Pertemuan ini diikuti rektor dan guru besar dari perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan diskusi tersebut merupakan agenda Presiden untuk berdialog langsung dengan kalangan akademisi.

“Jadi hari ini memang betul ada agenda dari Bapak Presiden. Bukan memanggil ya, ini bagian dari agenda Bapak Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan untuk berdiskusi, menyampaikan pandangan-pandangan beliau, update-update terhadap kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik, dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan,” ujar Prasetyo Hadi.

Ia menjelaskan, diskusi dilakukan dalam suasana terbuka dan setara, bukan dalam bentuk pemanggilan resmi.

Sebanyak sekitar 1.200 undangan disampaikan kepada pimpinan perguruan tinggi untuk mengikuti diskusi bersama Presiden.

“Dan hari ini kebetulan jadwalnya adalah beliau akan berdiskusi dan membangun komunikasi kepada para rektor, guru besar, baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta. Jadi kurang lebih 1.200 undangan yang hari ini akan berdiskusi bersama dengan Bapak Presiden,” lanjutnya.

Elshinta Peduli

Prasetyo menyebut pemerintah memberi perhatian serius pada sektor pendidikan dalam sepekan terakhir.

Pemerintah memandang pendidikan sebagai pondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

“Kalau saudara-saudara perhatikan, ini bagian dari kemarin dalam satu minggu, betul-betul kita ingin menjadikan pendidikan, karena memang kita pahami pendidikan adalah salah satu pondasi dan faktor kunci,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan sumber daya manusia penting untuk mendukung pembangunan nasional dan visi Indonesia Emas 2045.

“Jadi ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Bapak Presiden di bidang pendidikan,” pungkas Prasetyo.


Rizki Rian Saputra/Rama

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News