Prabowo sebut penanganan tetap serius meski tanpa status Bencana Nasional

Update: 2026-01-01 14:50 GMT

Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026)

Elshinta Peduli

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tetap menangani dampak bencana di tiga provinsi secara serius, terukur, dan menyeluruh meskipun tidak menetapkannya sebagai bencana nasional. Menurut Presiden, keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan kemampuan negara dalam menangani situasi yang ada, tanpa mengurangi komitmen pemerintah dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

“Kita sebagai bangsa, sebagai negara mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional. Tetapi tidak berarti kita tidak memandang ini sebagai hal yang sangat serius,” ujar Presiden saat memimpin rapat bersama sejumlah menteri dan pejabat terkait usai meninjau rumah hunian Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1/2026).

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran yang memadai dan mengerahkan seluruh unsur kabinet untuk turun langsung ke lapangan. Penanganan bencana, kata Presiden, dilakukan secara paralel di berbagai wilayah terdampak.

“Nyatanya dari seluruh kabinet hari ini ada berapa menteri di sini ya kan, dua sedang di Aceh Utara, 10 menteri sedang di Aceh sekarang, ada berapa menteri lagi yang sedang di tempat lain coba, dan juga kita masih hadapi beberapa lagi kabupaten di beberapa provinsi lain yang juga ada masalah,” ungkap Presiden.

Selain upaya pemerintah, Presiden menyatakan keterbukaan terhadap bantuan dari masyarakat, komunitas, maupun diaspora. Bantuan tersebut diharapkan disalurkan melalui mekanisme yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan agar tepat sasaran.

Elshinta Peduli

“Saya sampaikan kepada pihak yang memberi sumbangan silakan, monggo. Bikin surat, saya ingin menyumbang ini nanti kita laporkan ke pemerintah pusat,” ucap Presiden.

Presiden juga membuka ruang partisipasi bagi diaspora dan komunitas daerah dalam membantu pemulihan pascabencana, dengan tetap menekankan pentingnya keikhlasan serta kepatuhan pada prosedur yang berlaku.

“Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas dan harus ikhlas,” ujarnya.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo turut menekankan percepatan pemulihan layanan dasar bagi masyarakat terdampak, termasuk pendidikan dan layanan kesehatan, agar dapat segera kembali berfungsi.

“Saya juga minta perhatian bahwa kalau bisa sekolah-sekolah juga diperhatikan sama Puskesmas dengan rumah sakit-rumah sakit supaya bisa berfungsi secepatnya kembali,” pungkas Presiden.

Kunjungan kerja dan rapat terbatas Presiden Prabowo di hari pertama Tahun Baru 2026 tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap hadir dan bekerja bagi rakyat, termasuk di tengah masa libur nasional, guna memastikan penanganan dan pemulihan pascabencana berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Penulis: Rizki Rian Saputra/Ter

Elshinta Peduli

Similar News